Menilik Intel SkullCanyon NUC

Sekitar akhir Mei lalu, Intel mengeluarkan produk NUC terbarunya dengan spek yang cukup ekstrim. Nama NUC ini sebenarnya cukup panjang, yaitu Intel® NUC Kit NUC6i7KYK, namun Intel mengeluarkan code name untuk NUC ini yaitu SkullCanyon. Maksudnya sih, biar gampang disebut.

Sebelumnya, buat yang belum tahu NUC, NUC ini kependekan dari Next Unit Computing. Sebenarnya ini termasuk salah satu lini produk Intel untuk pasar desktop. Seperti yang kita tahu, biasanya Intel fokus di produk processor dan low level hardware. Tapi sejak beberapa tahun yang lalu, Intel mulai mencoba masuk ke pasar konsumen. NUC ini sebenarnya sudah keluar sejak lama (mungkin tahun lalu kali ya). Konsepnya, NUC ini sebenarnya seperti mini desktop yang sudah dibundle Intel (seperti paket OEM) tp tidak bisa diupgrade (loh??). Kalau familiar dengan produk Apple, bayangkan saja Mac Mini, nah konsepnya sama persis. Jadi NUC ini dijual seperti jualan desktop mini gitu. Lantas apa keunggulannya? NUC ini didesain low power (hemat daya), kecil (bisa dibawa-bawa), powerful (ini dulunya agak meragukan :p), dan murah (ini agak meragukan juga). Dulu saya sering lihat NUC dijual di BEC, hanya saya sama sekali tidak tertarik, karena marketingnya salah (menurut saya). Maksudnya, ngapain juga saya beli NUC kalo harganya udah mirip-mirip laptop? Apalagi NUC ga ada baterainya, dan ga ada layarnya pulak. Ya desktop mini aja gitu. Nah ternyata makin ke sini, strategi marketing Intel makin jelas, jadi NUC itu ditujukan untuk membuat workstation. Maksudnya kayak komputer untuk dipake kerja atau di kantor. Semisal dipasang di kasir toserba, atau karyawan kantor-kantor, soalnya ukurannya kecil dan jelas lebih murah dibanding Mac Mini.

Lantas ada apa dengan SkullCanyon ini? Kenapa jadi ‘worthy’ untuk saya bahas? Nah, sebelum saya memuji-muji Intel, saya ingin nabok dulu si Intel ini. Jadi SkullCanyon bisa dilihat sendiri di website ini: Intel SkullCanyon NUC. Bisa dilihat sendiri di websitenya, Intel terlalu menggunakan marketing bahwa SkullCanyon ini diperuntukkan buat gamer. Nah, saya ga terima. Alasan 1, udah jelas-jelas NUC ini ga pake dedicated graphic card! Why men? Ga mungkin Intel Iris yang masih integrated graphics card bisa ngalahin dedicated graphics sekelas NVIDIA dan AMD. Ga akan mungkin. Oke lah, mungkin bisa mainin game berat, tp palingan ga sampai 60FPS atau Ultra High Setting. Yah so-so lah. Jelas ini bukan solusi utama para gamer. Lantas apakah SkullCanyon ini jelek dan ga bakal sukses? Ya engga juga sih. Tapi NUC ini bakal berguna di kasus lain, nah itu yang mau saya bahas.

Form Factor

Form Faktor di sini artinya ukuran si NUC secara fisik. Jujur, saya tergiur sekali pengen beli hanya liat dari bentuknya doang :v. Untungnya saya cukup kuat iman, jadi ga khilaf. Poin paling membanggakan dari SkullCanyon adalah ukurannya yang mungil imut. Kalo punya, kayaknya saya bakal pake itu sebagai pengganti laptop. Kalo Anda kerja jadi developer, pasti pake monitor juga kan, jadi ngapain beli laptop juga, beli ini aja buat kerjanya. Bentuknya mungil juga, bisa dibawa masuk ke tas, lebih kecil dan lebih ringan. Serius itu yang bikin saya tergiur pertama kali liat. Dari segi form factor, saya yakin ini memang the best. Cuman, masalahnya, apakah user cuman butuh itu?

Spesifikasi

Spesifikasi SkullCanyon cukup killer. Prosesornya Skylake, prosesor generasi ke 6 Intel yang rilis tahun ini. Ga tanggung-tanggung Skull Canyon menggunakan i7-6700HQ, meskipun versi low powernya (maksdnya daya listrik rendah, bukan berarti computing powernya rendah). Low power processor identik dengan tagihan listrik yang rendah dengan konsekuensi computing powernya agak dibatasi juga. Tp menurut saya pribadi sih, biasanya juga bedanya ga jauh-jauh amat. Selain itu, aplikasi sekarang kebanyakan juga udah cukup i5 doang. i7 terlalu overkill, kecuali Anda system/backend developer, atau tugasnya ngitung mekanika fluida :p. Jadi menurut saya spek computingnya ini udah bagus bangut untuk ukuran NUC. Urusan graphic, seperti yang tadi udah saya tabok, Skull Canyon menggunakan Intel Iris Pro, alias integrated graphic, yang tentunya lebih cups dibandingkan beli graphic cards. Tapi ini aspek menarik yang nanti dibahas.

Konektivitas

Skull Canyon dilengkapi WiFi, Ethernet, dan bluetooth. Untuk ke layarnya, dia dilengkapi koneksi thunderbolt (obvious, soalnya ini buatan Intel juga), HDMI biasa dan USB type C. Nah, ini yang menarik, hehehe. USB type C tergolong teknologi cutting edge, masih baru dan belum banyak yang mengadopsi. Masih jarang laptop atau desktop yang mendukung USB type C. Tapi USB-C ini punya bandwidth transfer yang cukup besar dan memungkinkan adanya graphic card external, lalu disambungkan lewat USB C ini. Nah, jadinya tambah lagi satu alasan untuk membeli Skull Canyon. Karena, seandainya memang bisa menggunakan grafik card external, masalah dengan Iris Pro tadi bisa ditutup. Desktop kecil + Graphic card external, oke lah masih bisa jadi opsi untuk jadi komputer gamer!

Kemungkinan penambahan graphic card external, dan hitung-hitungannya

Beberapa pembaca pasti sudah tahu bahwa Razer berhasil membuat Enklosur Kartu Grafik yang bisa memakai USB -C, namanya Razer Core. Artinya, jika sudah banyak laptop yang menyediakan USB-C, kita dapat menggunakan kartu grafis kelas desktop untuk laptop. Keren kan idenya? Razer sendiri memperkenalkan Razer Core sekalian dengan Razer Blade Stealth (anggaplah MacBook Air versi Razer), dan dijual sebagai aksesoris tambahan RBS. Apabila suatu saat Apple membuat MacBook Air dengan USB-C, kita juga bisa main game di Mac dong! Nah, secara teori, sangat mungkin untuk menggunakan Razer Core untuk menutupi kekurangan Skull Canyon. Selama ini, desktop gaming identik dengan besar, berisik dan makan banyak watt. Skull Canyon bisa masuk sebagai alternatif di sini. Nah, mari kita hitung-hitung apakah teori tersebut feasible.

Jadi, berapa harganya Skull Canyon? Recommended retail price nya sekitar $600 atau sekitar Rp 8.5 juta (saya lebihin 0.5 juta soalnya pasti kena pajak). Yah lumayanlah dibanding beli desktop. Eh ntar dulu, sayangnya… itu harga buat boardnya doang.

-___-  (Insert facepalm moment here)

Jadi ceritanya, itu harga untuk board Skull Canyon doang. Dengan kata lain, kita mesti tambah sendiri RAM dan SSDnya. Iya, mesti SSD, soalnya kan kotaknya kecil, yang berarti SSD kan agak mahal. Yah, sedihnya emang disitu. Anggaplah kita beli RAM corsair 16GB sekitar sejuta (8GBx2 low profile RAM). SSD nya  Samsung 850 Evo aja yang best value, 500GB sekitar 2 juta. Jadinya total 11.5 juta, yang pastinya lebih mahal dibanding komputer desktop tanpa graphic card :v. Kalau mau dihitung: intel i7 4 juta, motherboard 2 juta, psu 1 juta, RAM 1 juta, SSD 2 juta, jadinya kok lebih murah desktop :v. Itupun motherboardnya bisa aja pake yang mid range saja, yang 1 jutaan, PSU juga bisa beli yang second. Totalnya jatuhnya Skull Canyon lebih mahal. Duh. Sayang sekali.

Meskipun begitu, seandainya kita tetep ngotot beli Skull Canyon karena faktor-faktor selain angka, misalnya karena ringan, modelnya juga kece (logo tengkoraknya cukup bad ass sejujurnya), dan sebagainya, mari kita hitung berapa biaya tambahan untuk grafik card.

Jadi berapa harga Razer Core? Berita buruk buat Anda, Razer Core juga sekitar $500 yang menurut saya memang ga masuk akal, yaitu sekitar 6-7 juta untuk sebuah enklosur berpendingin. Iya gan, itu cuman enklosur ama konektor USB-C to PCIe doang, yah mungkin sama cooler juga. Tapi itu harga yang absurd kalo dibanderol segitu. Emang sih, sekarang belum ada alternatif lain, dan Razer termasuk yang pertama berinovasi menggunakan USB-C. Tapi tinggal masalah waktu agar muncul alternatif lain. Untuk sekarang, rasanya aneh aja ngeluarin duit $500 buat enclosure doang. Sebagai catatan, GTX 1060 aja sekitar $500 dollar. Malah kayaknya lebih murah. Masa enklosur dengan graphic cardnya lebih mahal enklosurnya? Kan aneh. Selain itu, Razer Core masih belum support GTX 10xx series. Jadi mending duitnya buat beli GTX 10xx aja.

Kesimpulan

Kesimpulannya, meskipun possible untuk kombinasi Skull Canyon + Razer Core + Graphic Card. Tp itu sangatlah tidak feasible di budget. Anda mending beli desktop aja. Razer Core + GTX 970 kayaknya harganya setara dengan GTX 1080. Skull Canyon pun masih ga beda jauh harganya dengan desktop. Jadi saran saya, mending tunggu dulu sampe ada perubahan lebih lanjut, atau beli desktop aja. Lebih feasible. Hahaha.

Nah, meski saat ini masih belum cocok untuk PC Master Race. Saya sendiri ingin menghimbau Intel bahwa marketing Skull Canyon ini agak meleset. Ga cocok saat ini Skull Canyon disodorkan untuk PC Gamer. Tapi Skull Canyon ini memang cocok banget untuk workstation atau home theater misalnya atau mini computer di rumah untuk sehari-hari (simple, elegant, ga makan space). Tapi buat gamer?…. hmm, sorry, not now…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s