Beralih secara legal ke Windows 10

Pembicaraan tentang Windows biasanya seputar tentang legalitas. Maklum, sebagai salah satu OS yang populer, Windows sangat sering dibajak. Bahkan di depan ITB saja banyak yang menjual OS Windows bajakan. Padahal Microsoft mengadakan kerja sama dengan ITB untuk melegalkan penggunaan Windows di kampus. Mahasiswa dapat menginstall Windows dan Microsoft Office dengan murah lewat Comlabs kampus.

Namun, buat saya, membicarakan Windows tidak hanya masalah legalitas semata. Tapi juga kenangan (melankolis mode on). Windows yang pertama saya lihat adalah MS DOS. Emang sih belum bisa dibilang Windows, tapi sudah termasuk OS. Saya melihat bapak saya ngetik2 di DOS waktu saya kecil, di komputer sekolah. Kemudian saya melihat Windows 95 dipakai oleh sepupu saya di Bandung (kayaknya waktu itu sudah kerja).  Saya ingat banget saya ingin ikut main Sim City di komputer itu, tapi dilarang, hahaha. Iya lah, waktu itu saya masih kecil. Dari kacamata sepupu saya, mana ngerti saya simulasi tata kota. Tapi buat saya waktu itu, itu sangat menarik.

Melihat ketertarikan saya pada komputer, paman saya menyarankan bapak untuk membeli komputer. Entah gimana caranya, kemudian bapak saya membeli komputer OEM Desktop, mungkin second hand, dengan OS Windows 98. Karena di kampung saya ga ada internet, pemakaian saya terbatas pada Office, Solitaire, Minesweeper, dan tentu saja game legendaris, Chips Challenge.

Hari berganti hari, Windows berkembang menakjubkan ke NT, XP, Longhorn, Vista hingga 7. Saya sempat merasakan semuanya. Tapi, tentu saja, semuanya OS bajakan :p. Akhirnya pada suatu saat saya berjanji akan membeli Windows untuk “menebus dosa” dan sekedar apresiasi atas semua yang telah Microsoft berikan pada masa kecil saya🙂, Thank you Bill Gates.

Selesai kuliah, saya masih menggunakan Windows dengan lisensi dari kampus. Kadang saya merasa bersalah karena banyak proyek saya yang menggunakan Visual Studio dan saya merasa penghasilan saya jadi “uang haram” (secara legalitas maksudnya). Pada saat itu teman saya membeli lisensi Windows 8 retail. Harganya? Rp 2.500.000. Iya, mahal memang. Tapi memang harus diniatkan untuk membeli karena itu berhubungan dengan pencarian nafkah saya selaku programmer :p, biar ga kerasa bersalah di hati. Ironis memang, karena gaji programmer PHP fresh graduate aja Rp 3.000.000 di Bandung. Waktu itu saya masih menunda-nunda karena saya sedang mengumpulkan uang untuk biaya nikahan saya. Jadi saya nazar, setelah nikah saya harus sudah punya Windows license, biar penghasilannya berkah buat istri juga🙂.

Nah waktu itu ada penawaran menarik. Yaitu Free Upgrade ke Windows 10 untuk OS berlisensi Windows 8 dan 8.1 asli. Ini menurut saya gebrakan yang bagus dari Microsoft. Secara marketing Microsoft ingin memperoleh potensi pelanggannya dari yang semula bajakan jadi legal. Akhirnya saya beli lisensi Windows 8.1 Pro.

Perbedaan Lisensi Retail dan OEM

Dengan semangat untuk menganjurkan penggunaan software legal, saya akan jelaskan perbedaan dua lisensi umum Windows, yaitu Retail dan OEM. Lisensi OEM atau Original Equipment Manufacture adalah lisensi yang diberikan oleh Microsoft kepada produsen laptop atau desktop untuk mendistribusikan komputernya yang memiliki OS Windows. Kenapa harus OEM? Karena sangat merepotkan bagi produsen kalau harus membeli lisensi Retail, soalnya produsennya kan bikin banyak laptop sekaligus. Nah lisensi OEM ini terikat dengan hardware (mungkin lebih tepatnya motherboard) dari laptop atau desktop yang dimaksud. Jadi kalau Anda ganti motherboard, lisensinya tidak bisa dipakai lagi secara legal/hukum (secara bajak ya bisa-bisa aja). Otomatis, kalau Anda ganti komputer, serial numbernya juga tidak bisa dipakai untuk komputer lain, karena sudah dipasangkan dengan mesin Anda.

Berikutnya, lisensi Retail ditujukan untuk pengguna rumahan seperti saya. Sayangnya lisensi Retail hanya untuk 1 komputer. Jadi kalau Anda punya 2 komputer di rumah (punya Anda dan istri atau untuk laptop dan desktop), Anda harus punya 2 lisensi. Setahu saya, saat ini tidak ada lisensi bersama-sama untuk pengguna rumahan. Jadi tiap komputer 1 lisensi. Tapi, keuntungannya di sini, di lisensi retail, Anda dapat menggunakan lisensi yang sama saat pindah komputer. Misal laptop Anda pakai lisensi retail dengan serial number xxx, saat laptop Anda rusak dan Anda beli laptop baru, tidak perlu beli lisensi baru, pakai saja lisensi lama. Lisensi Retail Anda tetap legal digunakan selama lisensi tersebut aktif untuk 1 komputer dalam satu waktu. Sebenarnya, bisa-bisa saja Anda install 1 Lisensi Retail ke berbagai komputer. Secara teknis bisa, tapi secara legal, Anda melanggar perjanjian. Jadi, tidak bisa secara legal.

Untuk pengguna rumahan seperti saya, saya memilih membeli lisensi Retail karena lebih flexible kalau saya ganti laptop dan bisa juga diberikan ke laptop lain, misalnya ke laptop adik. Perlu diketahui juga, lisensi Retail biasanya lebih mahal. Sebenarnya penggunaan lisensi OEM untuk kebutuhan rumahan agak abu-abu. Karena, aslinya lisensi OEM itu untuk produsen komputer seperti ASUS, Acer, dll. Memang sih lebih murah OEM jauh (Retail bisa jutaan, OEM bisa ratusan ribu), tapi karena saya mencari “kehalalan” legalitas, jadi saya pilih Retail.

Perbedaan Lisensi Physical dan Digital

Nah, ini menarik juga. Dulu Windows Retail didistribusikan bersama boxnya. Sama kayak beli game PlayStation original atau Software original. Tapi sekarang Microsoft juga menyediakan pembelian lisensi Retail secara digital. Bedanya apa?

Lisensi Fisik didistribusikan oleh retailer resmi di toko-toko software. Iya sih, di Indonesia toko software itu jarang banget. Tapi lisensi fisik punya keunikan tersendiri, yaitu, dia didistribusikan dalam bentuk package. Lah, apa yang unik? Menurut saya pribadi beli lisensi fisik itu keren, cool, geek, dan berasa collector. Karena Anda bisa pegang barangnya sendiri, kemasannya bagus, ada manualnya, pokoknya bisa dipamerin atau dipajang di lemari, jadi kita berasa memiliki suatu barang. Lalu, kalo komputer Anda kenapa-kenapa, DVD nya bisa dipakai lagi sebagai media recovery. Pokoknya dari segi geek, keren banget lah, saya juga pengen. Tapi ada kekurangannya di sini, serial numbernya dicatat secara fisik, iyah fisik, di box nya. Intinya, kalau boxnya hilang dan serial numbernya tidak dicatat, ya sudahlah, wes bar. Selain itu, nyarinya susah di sini, dan harganya biasanya lebih mahal dari yang digital (soalnya kan ada benda fisiknya). Kadang juga harganya ditambah-tambahin pemilik toko. Pokoknya ini kayak udah barang kolektor.

Selanjutnya lisensi Digital, ini lebih sederhana. Singkatnya, Anda beli langsung di toko online microsoft alias Microsoft Store. Nanti lisensinya akan diikat ke akun Microsoft Anda. Jadi selama Anda punya akun Microsoft, lisensinya bisa dicari lagi, pokoknya gitu. Harga Retailnya juga lebih murah daripada yang Fisik. Minusnya, ya Anda tidak dapat box fisiknya atau DVD nya. Jadi dapat apa? Lisensinya doang sih sebenernya, sama serial number. Lantas Windows nya? Unduh sendiri dari Microsoft Store dalam bentuk iso, lalu diburn sendiri ke DVD atau flash disk. Ini agak minus kalau Anda tidak punya akses internet memadai dan tidak paham cara ngeburn iso. Satu tips lagi, kalau Anda beli lisensi digital, belinya dari Microsoft Store Indonesia saja, karena mata uangnya pakai Rupiah, yang lebih murah daripada beli pakai US Dollar. Apalagi kalo dollar menggila. Tambahan lagi, untuk beli dari toko online Microsoft Anda perlu kartu kredit.

Nah, saya beli lisensi digital. Alasannya, biar lebih mudah disimpan lewat akun Microsoft. Tp saya juga beli Media Cadangan, dengan harapan bisa dapat media fisiknya juga. Akhirnya media fisiknya bisa saya dapat juga setelah dikirim dari Singapura. Eh tapi ternyata isinya ga bisa dibaca :v. Microsoft dodol. Sebenarnya bisa dikembalikan dan direfund, tapi saya udah keburu males ngurusnya.

Sekilas tentang lisensi Enterprise

Singkatnya, secara legal, dengan lisensi Personal, Anda diijinkan untuk menginstall Windows pada satu komputer dalam satu waktu. Sedangkan yang Enterprise biasanya ditujukan untuk perusahaan yang butuh banyak lisensi Windows sekaligus.

Free Upgrade ke Windows 10

Salah satu alasan utama saya beli lisensi Windows 8.1 adalah, pemilik lisensi bisa upgrade ke Windows 10, gratis-tis, ga pake tedheng aling-aling. Lalu, worth it ga sih upgrade ke Windows 10? Menurut saya, worth it banget. Secara visual, Windows 10 lebih kece, lebih keren, dan masih dengan desain Metronya. Secara pribadi saya suka desain Metro. Buat dulu yang kesel sama Windows 8 karena g ada tombol start nya, sekarang udah balik lagi kok. Start menunya juga udah dibikin mirip kayak dulu jaman 7, start menu klasik ditambah layout Start menu Windows 8 juga. Kombinasinya bagus. Selain itu, sekarang Apps dari Microsoft Store udah bisa dijalanin di desktop dengan window yang seperti program biasa. Dulu saya sempet kesel karena di Windows 8 tidak konsisten antara Apps dari Store dengan program klasik, kenapa mesti Appsnya harus fullscreen???? Tapi sekarang sudah konsisten. Selain itu, buat yang suka layout tablet, sekarang ada Tablet Mode. Intinya membuat semua aplikasi Anda jadi full screen. Tujuannya biar lebih mudah dipakai di tablet. Tambahan pamungkas, sekarang ada Cortana, semacam asisten pribadi/AI/search engine di desktop Anda. Sekarang jadi lebih mudah nyari aplikasi atau file. Sayangnya, di Indonesia fitur Cortana masih belum bisa maksimal. Di US sendiri, Cortana sudah bisa macam-macam. Ini beberapa fitur Cortana. Oiya, di Windows 10 sekarang ada browser baru, namanya Edge. Dia lebih clean & sleek daripada IE, seriusan cobain ini, tampilannya bagus. IE juga masih ada sebenarnya.

Beberapa alasan di atas membuat saya upgrade ke Windows 10. Awalnya, pengguna Windows 7, 8, 8.1 harus reservasi dulu untuk mendapat link download untuk upgrade Windows 10. Saya langsung reservasi dan langsung upgrade ke Windows 10. Meskipun ada isu privacy yang sangat annoying, saya memutuskan Windows 10 masih layak untuk dipakai. Akhirnya saya memutuskan untuk mengupgrade laptop saya yang lain ke Windows 10 juga. Saya download ISO installer Windows 10 Pro lalu saya install di laptop kedua saya. Begitu selesai, langsung saya coba aktivasi menggunakan key Windows 8.1 Pro saya, karena saya berasumsi key saya sudah dikenali Microsoft dan eligible untuk langsung install Windows 10 dari nol. Tapi…… teng-teng-teng…. Ternyata tidak bisa :v.

Kenapa tidak bisa? Jadi rupanya Microsoft ini punya rule tambahan untuk aktivasi lisensi Windows 10. Memang benar, Microsoft mencatat pemilik lisensi mana yang upgrade ke Windows 10, namun sekarang lisensi Windows 10 nya bukan retail lagi. Wut *shocked*. Iyah, Windows 10 hasil upgrade tidak bisa dipindah komputer, tapi lisensi Anda tetap tercatat. Jadi kalau Anda install ulang Windows 10 di komputer yang sama saat Anda upgrade. Secara legal itu masih boleh. Karena Microsoft cuman nyatat motherboardnya yang sudah upgrade ke Windows 10. Ckckckck Microsoft dodol. Anda tidak akan dapat serial number Windows 10, tapi masih bisa aktivasi.

Nah, apa yang terjadi kalau Anda install Windows 10, tapi tidak melakukan aktivasi? Ternyata Windows 10 nya ga mati. Anda tetap bisa pakai Windows 10, tapi ada watermark kecil di pojok kanan bawah, yang mengingatkan Anda untuk aktivasi dulu. Watermark tersebut akan muncul meskipun Anda main game, atau nyetel video. Buat Anda yang OCD, ini sangat mengganggu. Tapi fitur Windows 10 Anda tidak berkurang. Jadi secara teknis, Anda bisa menggunakan Windows 10, full featured, meskipun tidak aktivasi, sampai kapanpun. Microsoft baik banget yah…

Legal Loophole di Proses Upgrade Windows 10

Sebenarnya bukan benar-benar loophole, tampaknya Microsoft tahu bahwa sistem upgrade ini bisa diabuse, tapi toh mereka membiarkan. Jadi, setelah saya kecewa dengan lisensi Windows 10 Upgrade yang sudah tidak retail lagi, saya berpikir keras. Jadinya percuma dong saya beli lisensi Windows 8.1 Retail? Tadinya saya pikir saya bakal dapat lisensi Windows 10 Retail juga. Ternyata enggak. Well, akhirnya saya dapat solusi juga bahwa, sebenarnya Anda bisa dapat unlimited Windows 10 Upgrade di semua komputer Anda, hanya menggunakan 1 lisensi retail. Seperti diabuse sih, tapi secara legal jadinya boleh, gara-gara Microsoft sistem aktivasinya seperti yang sudah dijelaskan tadi.

Jadi bagaimana caranya? Sebenarnya simple:

  1. Pertama saya install Windows 8.1 Pro saya pake lisensi Retail yang sudah dibeli tadi. Ini caranya tahu sendiri lah ya, download ISO Windows 8.1 lakukan instalasi normal, masukin serial number, udah deh
  2. Upgrade ke Windows 10, tapi tidak usah reservasi dulu, sekarang bisa langsung upgrade pakai ini. Cek di artikel tadi, Anda akan dapat opsi “Upgrade this PC”. Itu yang mesti dipilih
  3. Aktivasi Windows 10 Anda. Setelah upgrade, konek ke internet dan pastikan Windows 10 Anda sudah activated, legally. Yeehaw.
  4. Nah, karena Anda sudah install Windows 10, boleh ga sih kita install lagi Windows 8.1 Pro tadi ke komputer lain? Boleh! Karena Anda punya lisensi Retail. Berarti Anda berhak untuk pakai lisensi tersebut di komputer lain, karena komputer sebelumnya sudah berubah jadi Windows 10 :v. Ulangi langkah 1, sekarang Anda punya lisensi Windows 10, activated, dan komputer lain dengan lisensi Windows 8.1.
  5. Upgrade lagi ke Windows 10 :v. Bro, ini beneran boleh? Boleh mestinya. Soalnya promo upgrade ini eligible untuk semua device yang jalan menggunakan lisensi Windows genuine. Karena komputer kita menggunakan lisensi yang masih legal, ga melanggar perjanjian retail, berarti boleh kan? Ya udah boleh deh. Dapat lah Windows 10 lagi, activated.
  6. Ulangi ini untuk semua komputer.Tralala. Saya bukan pengacara, tapi sejauh yang saya tahu, langkah-langkah ini masih valid secara legal yah.

Kesimpulan

Nah, saya tidak tahu pastinya apakah kebijakan ini masih legal nantinya atau tidak. Tapi promo upgrade gratis ini hanya berlaku satu tahun (kalau ga salah sejak Agustus). Jadi setelah itu, kalau Anda mau Windows 10, ya Anda mesti beli licensenya yang Retail. Mumpung masih gratis, upgrade semua komputer Anda.

Menurut saya, Microsoft bisa dengan mudah membatasi promo upgrade ini. Misalnya mencatat yang sudah upgrade Windows 10 itu siapa saja, pakai serial number yang mana saja. Tapi Microsoft tidak melakukan itu. Jadi saya berkesimpulan, Microsoft ingin cepat-cepat agar pengguna semua beralih ke software legal. Masalah narik revenue nanti belakangan, bisa lewat Microsoft Store. Mungkin Microsoft mikir begitu. Yang penting pengguna Bing (lewat Cortana) dan pengguna Microsoft Store makin banyak, sehingga bisa jadi potensi revenue.

Kalau dipikir-pikir, Bill Gates ato Microsoft itu baik banget. Sejak internet sudah jadi barang umum, mestinya bisa saja Microsoft mematikan semua OS yang bajakan. Tapi mereka tidak melakukan itu. Selain karena merepotkan, menurut saya Bill Gates berpikir bahwa membiarkan Windows bajakan beredar di pasaran merupakan salah satu cara marketing untuk memperluas pemakai Windows di seluruh belahan dunia. Bisa tidaknya itu jadi revenue, itu urusan nanti, yang penting banyak yang pakai dulu. Seandainya Microsoft menahan praktik pembajakan, pasti sudah banyak pengguna Linux di dunia ini. Microsoft hanya menekankan anti pembajakan pada perusahaan besar dan korporat. Jadinya semacam subsidi silang gitu buat pengguna Windows bajakan yang emang bener2 menganggap harga lisensi itu mahal pisan per 1 komputer, misalnya buat kalangan mahasiswa atau keluarga kecil. Emang sih sempat ada razia warnet. Tapi menurut saya kalo udah dijadiin bisnis, ya emang mestinya itu warnet bayar lisensi asli lah. Hahaha… Sama aja kayak saya yang punya proyek di Windows terus, lama-lama mikir, mestinya saya pake Windows legal juga, soalnya itu berhubungan dengan perolehan penghasilan, dan saya bukan mahasiswa lagi.

47 thoughts on “Beralih secara legal ke Windows 10

  1. Mas,saya juga kepengen banget beli windows secara online.Itu lisensinya jenis retail ya mas?
    Atau mas bagi pengalaman dengan saya.Soalnya saya masih bingung dengan aturan dan jenis lisensinya.Di tunggu ya mas balasan nya

    • Seperti yang sudah dijelaskan di atas mas, ada lisensi OEM ada Retail, yang OEM ini biasanya sudah bundling dengan laptop/komputernya, jadi tidak perlu beli lagi. Jadi misal mas beli laptop lalu memang tidak ada paket OS Windowsnya (hanya DOS atau Linux), berarti beli lisensinya yang Retail, mas (saya juga beli yang retail).

      Sebenarnya mas bisa-bisa saja beli yang lisensi OEM (karena biasanya lebih murah). Tapi dari sisi legalitas, lisensi OEM itu sebenarnya khusus untuk perusahaan perakit komputer. Anggaplah perusahaan tersebut beli lisensi secara grosir, makanya bisa murah. Nah kadang ada juga yang jual lisensi ini, misal di tokopedia. Harganya jauh lebih murah (300 ribuan kalo g salah). Kekurangan lisensi ini yaitu tidak bisa dipindahkan ke komputer lain yang beda motherboard/hardware. Sedangkan yang retail boleh-boleh saja, asalkan cuma ada 1 lisensi yang aktif dalam satu waktu di komputer tersebut. Kekurangannya yang retail, dia lebih mahal. Kemarin saya beli sekitar 2.5 juta untuk Windows 8 Pro. Saya beli dengan niatan ya memang mau beneran pake Windows sesuai aturan lisensi hukumnya. Biar rejekinya barokah hehehe.

  2. salam mas, ada yang mau sy tanyakan. Saya install win 8 SL di laptop ayah saya. dan sudah berhasil upgrade ke win 10. berarti apakah bs saya pke serial number win 8 SL tersebut ke laptop saya?

    • Bisa mas, saya sendiri sudah coba :p, dan windows 10 hasil upgrade nya nanti sudah dianggap beda lisensi. Menurut saya, mungkin Microsoft sengaja membiarkan celah hukum ini agar pengguna Windows 10 lebih banyak.
      Saya katakan celah hukum di sini karena kelihatannya ini cara “curang” tapi sebenarnya tidak ada aturan yang dilanggar (sejauh yang saya perhatikan dari Terms & Agreement nya). Mungkin ini semacam kampanye promosinya Microsoft.

      Oh iya, periode Free Upgrade ini berakhir 29 Juli 2016, jadi setelah itu kalau mas ingin pakai Windows 10 harus beli lisensinya.

      • seandainya serial number win 8 SL itu sy pake di laptop, trs sy upgrade jg ke win 10. itu gak akan ngefek ke laptop ayah saya yg sblmnya ya? mohon pencerahannya mas, trmksih banyak

      • Enaknya Windows 10 itu bisa di resset factory mirip android (y), kalo error2 dikit tinggal resset j

  3. Mas mau nanya saya kam baru beli laptop dan diinstal windows 10 sama yg jualnya ,setelah saya cek ternyata windows nya bajakan, Saya niat mau beli windows 7 yang original :3 Nah itu cara nginstallnya kayak downgrade atau instal clean? Kalo install clean data D nya hilang gak?

    • Wah, mesti install clean mas. Downgrade itu bisanya kalau sudah pernah diinstall. Misal mas install windows 7, lalu upgrade ke 10, nah baru bisa downgrade ke 7 lagi.
      Selama mas installnya di C lagi sih data D nya aman mas.

  4. om, kalo udah beli windows asli, microsoft officenya beli lagi? ato dapet gratis? apa cuma antivirus aja yang gratis?

  5. assalamualaikum mas..baca postingan masnya saya jadi tersindir karena masih pake bajakan.. niatan pengen beli ori.. tpi bingung…

    dan dari ulasan d atas.. jadi bingung lagi .. knpa yg oem kalo d pake malah jadi abu abu.. kan misal u pabrik rakitan.. barang dijual retail dengan harga 300rbuan.. kan sah sah saja kan mas.. hehe

    oh ya.. mau nanya.. saya beli laptop second.. tapi windowsnya bajakan.. tapi d cover belakang.. ada product key windowsnya.. kira kira bisa u aktivasi ndak y.. kayaknya laptopnya ada bawaan win orinya…

    • Lisensi OEM itu intinya adalah hak yang diberikan Microsoft pada pabrik rakitan untuk memasukkan windows ke komputer/laptop rakitannya secara massal.
      Anggaplah mirip beli groser. Karena banyak, jadi bisa lebih murah.
      Abu-abunya, kalau kita beli lisensi OEM, itu jadi rancu kalau kita bukan perakit massal. Soalnya secara hukum, izin penggunaan lisensinya bukan untuk pengguna personal. Lisensi OEM hanya boleh didistribusikan oleh perakit komputer, satu paket dengan komputer yang dirakitnya pada konsumen.
      Jadi abu-abunya di situ mas. Kalau secara praktik ya bisa-bisa saja orang jual activation key OEM extra yang tidak dipakai si perakit.

      Produk key yang ada di cover belakang windows bisa digunakan dengan syarat:
      1. Part laptopnya masih sama sejak pertama kali beli. Karena biasanya lisensi tersebut terikat ke motherboard/hardware lain di dalam laptop tersebut.
      2. Windowsnya masih disupport. Contohnya, saya punya Vista, tp sudah tidak disupport lagi. Nah itu keynya bisa dipake, tp tidak bisa diaktivasi.

  6. halo om. saya mau nanya.
    kalaw lisensi yang banyak dijual di internet dengan harga murah. harga sekitaran di bawah 300rbu. itu termasuk lisensi berjenis OEM ya? apa itu resmi dan legal?
    saya pengen banget beli lisensi windows biar bisa make windows original dan ga makai bajakan melulu.
    terimakasih.

    • Saya tidak berani bilang itu pasti OEM.
      Hanya kalau dilihat dari harganya, memang sepertinya OEM. “Mestinya” itu tidak legal dijual kalau memang itu lisensi OEM. Tapi hukum di negeri kita belum ada untuk ngurusin yang seperti itu. (Mungkin ada tapi menuntut secara hukum pengguna individu itu sangat tidak feasible dan efektif).

      Setahu saya, yang Ori dan legal itu bisa didapat dari Bundel Fisiknya, atau secara digital dijual di microsoft store indonesia: https://www.microsoft.com/id-id/
      Cuman, harganya memang lebih mahal. Saran saya sih beli windows 8 Pro yang lebih murah, lalu free upgrade ke windows 10. Layanan ini hanya berlaku hingga akhir Juli 2016, kalau tidak salah.

  7. Mas, saya punya laptop dgn win 7 pro bawaan (OEM), apakah ada cara upgrade offline? Saya sudah coba dgn cara online tapi gagal terus karena koneksi internet yang lambat. Sudah coba juga utk download ISO file dari microsoft tapi selalu gagal karena link valid 24 jam sedangkan internetnya lambat.
    Terima kasih sebelumnya.

  8. mas mau nanya ya. Saya punya CD windows 8 bajakan, bisa tidak saya ‘legalkan'(atau masukkan product key asli) dengan memebeli product key nya saja?

    • Bisa.
      Malah saya juga gitu, beli DVD windows 8 bajakan, (biar punya backup DVD recoverynya), tp product key yang saya masukkan yang asli, bukan yang bajakan.

      Setahu saya, aktivasi bajakan mengandalkan dua tahap:
      1. Install tanpa product key (sehingga lisensinya jadi trial).
      2. Aktifkan aplikasi activator (ini cara bajaknya)

      Nah, saya tinggalkan langkah 2, karena product keynya sudah dimasukkan di tahap 1.

  9. Gan saya punya win 7 hp oem, nah yang saya mau tanya, cara Legal Loophole yang anda tulis itu work gan??, btw sempet ngga sengaja ane ngelakuin itu, tapi apa berikut nya ada kemungkinan bisa lagi ?, soal nya persis kronologis cara nya seperti agan, bedanya lisensi nya yg 1 ke laptop yg 1 ke pc dengan key yang sama.. mohon info gan

    • Saya minta maaf sebelumnya baru bisa balas😀.

      Sebenarnya saya kurang paham dengan kasus agan. Mungkin saya ilustrasikan dulu:

      Agan punya Win 7 OEM dari laptop HP. Kemungkinan waktu jaman Win 7, masih diinclude serial key di balik laptopnya. Nah, itu bisa dipakai untuk install ulang Win 7 laptop agan menggunakan key tersebut. Setahu saya, key tersebut hanya bisa dipakai untuk laptop agan saja. Karena biasanya key nya sudah dipasangkan dengan signature Motherboardnya (dan beberapa hardware di laptop). Misal, laptop agan rusak, lalu motherboardnya diganti, otomatis key tersebut (setahu saya) ga bisa dipakai lagi. Nah, setahu saya juga, agan ga bisa install Win 7 di pc menggunakan key tersebut (karena hardwarenya beda). Namun, seandainya bisa dan agan upgrade keduanya ke Windows 10. Secara teknis keduanya akan memiliki key Windows 10 yang berbeda (ga bisa agan liat, soalnya sekarang sistemnya online activation. Palingan nomor serialnya aja, tapi aktivasinya bukan dari situ). Nah, agan jadi punya 2 key Windows 10. Selama motherboardnya g ganti, dan agan install ulang, sewaktu aktivasi online, Microsoft akan kenal komputer agan dan Win 10 agan otomatis akan dapat key yang sama dengan sebelumnya dan tervalidasi.

      Cuman ini masuknya bukan legal loophole, tapi technical loophole, karena setahu saya Microsoft tidak melakukan pengecekan apakah lisensi Win 7 agan valid ato tidak. Mungkin karena visi Microsoft saat ini adalah memperoleh user legal sebanyak2nya.

      Kalo agan udah upgrade ke Windows 10 ya sudah😀. Kalo agan nanya apa nanti bisa lagi? Jawabannya tidak. Soalnya periode upgrade gratis berakhir 30 Juli 2016, yaitu hari ini. Microsoft juga bilang, tidak akan ada Windows 11 dan seterusnya, hanya ada Windows 10 yang akan terus mendapat update berkelanjutan seumur hidup agan. Makanya saya buru-buru upgrade karena itu. Mulai 1 Agustus, lisensi Windows 10 mungkin sekitar 2.5 juta untuk personal use😀.

  10. Mas, bisa nggak windows 8.1 enterprise diubah ke windows pro? Soalnya windows enterprise nggak bisa diupgrade ke windows 10, padahal pgn banget😦

    Mohon jawabannya, terimakasih.

    • Setahu saya sih memang ga bisa mba. Alasannya kemungkinan ada 2:

      1. Cara pemberian lisensinya emang beda. Enterprise license biasanya diberikan ke perusahaan. Nanti perusahaannya yang mengaktivasi laptop2/komputer2 milik karyawannya. Jadi sumber pengecekan aktivasinya ke aplikasi Microsoft di perusahaaan tersebut (gampangnya anggap saja begitu), dan bukan ke server Microsoft yang untuk pengecekan aktivasi Windows 10 ini.

      2. Microsoft lebih ketat merilis produk Enterprise, mereka hanya membolehkan upgrade/menjual produk enterprise yang sudah benar2 teruji. Anggaplah yang dilepas ke konsumer memang mungkin mengandung fitur2 yang bisa saja berubah atau mengandung bug/security hole yang belum bisa dideteksi. Update akan berjalan seiring dengan penggunaan konsumen. Sedangkan di perusahaan biasanya harus lebih hati2 dengan perubahan dan lebih menginginkan produk final yang sudah stabil.

      Maaf banget mba😀.
      Untuk lebih jelasnya, saya mengutip:

      “Windows 7 Enterprise and Windows 8/8.1 Enterprise are not included in the terms of free Windows 10 Upgrade offer we announced last week, given active Software Assurance customers will continue to have rights to upgrade to Windows 10 enterprise offerings outside of this offer – while also benefiting from the full flexibility to deploy Windows 10 using their existing management infrastructure,”

      Saya sadur dari: https://blogs.windows.com/business/2015/01/30/windows-10-for-enterprise-more-secure-and-up-to-date/

  11. Salam hormat,

    Saya jujur baru tau ada trik utk unlimited aktivasi windows 10 sperti yg bapak ulas di atas, yaitu dgn menggunakan lisensi retail windows 8.1 kemudian mengupgradenya ke windows 10 secara gratis (slama periode promo hingga 29 juli kemarin), kemudian lisensi retail windows 8.1 dipakai lg ke PC/laptop lain kemudian upgrade lg, demikian sterusnya..
    Katakanlah kita sudah sukses pakai cara tsb ke 3 PC/ laptop berbeda
    Yg mau saya tanyakan adl:
    1. Dengan cara seperti ini, jika seandainya salah satu dr PC/ laptop ada yg mengalami kerusakan komponen hardware dan harus ganti beberapa komponen hardware, lantas bagaimana dengan lisensi windows 10 nya? Apakah bisa dipindah ke PC/ laptop yg telah diganti kerusakan komponennya tsb? Karena jika dgn lisensi retail windows 8.1 tentunya bisa saja di instal ulang di komponen hardware berbeda dgn catatan hanya ada 1 lisensi tersebut saja yg aktif di 1 perangkat, tetapi permasalahannya adl lisensi windows 10 yg didapat dr upgrade gratis via lisensi windows 8.1 retail ini, apa bisa seperti itu jg?

    2. Jika jawaban dr pertanyaan td adl bisa, apa hal tersebut melanggar hukum? Karena saya jadi berpikir cara tersebut rasanya curang sekali dan sepertinya merugikan pihak microsoft. Rasanya mengganjal secara etik.

    Trims.

  12. Salam hormat,

    Saya jujur baru tau ada trik utk unlimited aktivasi windows 10 sperti yg bapak ulas di atas, yaitu dgn menggunakan lisensi retail windows 8.1 kemudian mengupgradenya ke windows 10 secara gratis (slama periode promo hingga 29 juli kemarin), kemudian lisensi retail windows 8.1 dipakai lg ke PC/laptop lain kemudian upgrade lg, demikian sterusnya..
    Katakanlah kita sudah sukses pakai cara tsb ke 3 PC/ laptop berbeda
    Yg mau saya tanyakan adl:
    1. Dengan cara seperti ini, jika seandainya salah satu dr PC/ laptop ada yg mengalami kerusakan komponen hardware dan harus ganti beberapa komponen hardware, lantas bagaimana dengan lisensi windows 10 nya? Apakah bisa dipindah ke PC/ laptop yg telah diganti kerusakan komponennya tsb? Karena jika dgn lisensi retail windows 8.1 tentunya bisa saja di instal ulang di komponen hardware berbeda dgn catatan hanya ada 1 lisensi tersebut saja yg aktif di 1 perangkat, tetapi permasalahannya adl lisensi windows 10 yg didapat dr upgrade gratis via lisensi windows 8.1 retail ini, apa bisa seperti itu jg?

    2. Jika jawaban dr pertanyaan td adl bisa, apa hal tersebut melanggar hukum? Karena saya jadi berpikir cara tersebut rasanya curang sekali dan sepertinya merugikan pihak microsoft. Rasanya mengganjal secara etik.

    3. Lisensi windows OEM yg selama ini diperjualbelikan bebas dgn harga terlampau murah dibanding versi retail, apakah dgn penggunaannya tersebut sebenernya melanggar hukum atau tidak jika diaplikasikan di perangkat yg bukan dari pabrikan sudah pre-installed windows OEM tsb?
    Trims skali atas jawaban anda.

    • Benar mas, periode promonya sudah berakhir😀.
      Lalu jawaban untuk pertanyaan mas:

      1. Lisensi Retail Windows 8.1 memungkinkan Anda untuk menginstall di beberapa laptop, dengan catatan hanya ada 1 laptop yang aktif dalam waktu yang sama. Jadi lisensinya bisa dipindahkan ke laptop berbeda. Untuk Windows 10 hasil upgrade, jawabannya tidak bisa. Karena dia diaktivasi bukan menggunakan serial key, tapi menggunakan aktivasi online dan komponen hardwarenya dicek. Tapi bapak bisa beli lisensi Retail Windows 10 jika ingin bisa dipindah2 mesin.

      2. Karena jawaban sebelumnya tidak bisa. Jadi ya pertanyaan ini tidak bisa dijawab. Tapi pada saat periode promo, Anda bisa saja install Windows 8.1 di komputer baru (menggunakan lisensi Retail, dan hanya ada satu yang aktif), lalu upgrade ke Windows 10. Lisensi Windows 10 nya akan baru (karena berbeda mesin). Proses ini tidak melanggar hukum, karena memang tidak ada larangan secara eksplisit dari pihak Microsoft. Secara etis, ini juga tidak berlawanan dengan misi Microsoft, yaitu adopsi Windows 10 legal besar-besaran. Hal ini dikarenakan aturannya menyebutkan bahwa selama ada komputer dengan lisensi Windows 7, 8, atau 8.1 yang valid, make berhak mendapat upgrade gratis ke Windows 10. Setelah upgrade lisensi Windows sebelumnya tetap valid. Jika Microsoft tidak ingin seperti ini, sebenarnya gampang, lisensi Windows sebelum upgrade diinvalidasi atau dicatat sudah melakukan upgrade. Tp Microsoft tidak melakukan itu padahal itu sama gampangnya dengan mencatat mesin mana yang sudah aktivasi Windows 10.

      3. Lisensi OEM diinstall sendiri/personal itu melanggar hukum. Karena lisensi OEM sebenarnya yang dijual adalah haknya. Saat perakit komputer mendapat hak lisensi OEM, dia berhak mengenerate ratusan key Windows untuk dipasarkan bersama dengan komputernya. Tp tidak berhak menjual lisensinya tanpa komputer, karena melanggar agreement. Jika ini terjadi, yang salah adalah pihak penerima lisensi OEM. Jadi meskipun Anda mendapat serial key OEM, belum tentu Anda mendapat lisensi OEM. Perlu dibedakan, lisensi OEM ini adalah hak untuk mengenerate serial key OEM untuk disertakan dengan komputer yang dirakit. Bukan serial key nya itu sendiri. Jika serial key tersebut diaplikasikan ke Windows yang bukan rakitan yang seharusnya, itu melanggar hukum, dan biasanya memang tidak bisa, karena serial key nya unique tergantung hardware.
      Tapi untuk kasus ini, Microsoft sendiri masih rancu. Aturan tersebut memang tertulis jelas di ToA (bisa dibaca sendiri), namun pernah Microsoft bilang kalau lisensi OEM boleh dipakai “asalkan” yang memakai merakit komputernya sendiri. Tapi kemudian Microsoft berubah lagi dan menambahkan, tp komputer yang dirakit tersebut harus dijual lagi, tidak boleh dipakai sendiri (harus reseller yang boleh pakai lisensi OEM). Nah, sampai saat ini, ini yang berlaku. Jadi jika Anda menggunakan serial key/lisensi OEM untuk menginstall komputer sendiri, ini tidak boleh dan melanggar hukum. Untuk lebih jelasnya, cek di sini: https://www.microsoft.com/OEM/en/licensing/sblicensing/Pages/windows-licensing-for-personal-use.aspx#fbid=yvBvXJNNuUt .

      • salam mas, saya mau tanya nih.
        kalo beli lisensi secara digital kan langsung ke websitenya microsoft. lha kalo misalkan saya pengen beli lisensi versi fisik (DVD) itu yang bener bener resmi dan terpercaya dimana mas tokonya?

        Mohon saran dan masukannya mas. soalnya saya juga ngerasa gak enak kalo gak beli yang asli.

        sekian, terimakasih.

  13. butuh 1 lisensi untuk microsoft 365, ada ga yah yang mau kumpul2 untuk beli yang 5 paket / lebih utk lisensi office 365. Agr bisa lebih murah

  14. mas, saya mau tanya.
    saya bercita2 untuk mengganti windows bajakan saya. saya mempunyai komputer >5.
    bagaimana caranya?

  15. saya mau tanya, saya mempunyai beberapa komputer >5, saya ingin mengganti komputer tsb dengan os original caranya bagaimana mas?

  16. salam mas, saya mau tanya nih.
    kalo beli lisensi secara digital kan langsung ke websitenya microsoft. lha kalo misalkan saya pengen beli lisensi versi fisik (DVD) itu yang bener bener resmi dan terpercaya dimana mas tokonya?

    Mohon saran dan masukannya mas. soalnya saya juga ngerasa gak enak kalo gak beli yang asli.

    sekian, terimakasih.

  17. salam mas, saya mau tanya nih.
    kalo beli lisensi secara digital kan langsung ke websitenya microsoft. lha kalo misalkan saya pengen beli lisensi versi fisik (DVD) itu yang bener bener resmi dan terpercaya dimana mas tokonya?

    Mohon saran dan masukannya mas. soalnya saya juga ngerasa gak enak kalo gak beli yang asli.

    ditunggu jawabannya mas.
    sekian, terimakasih.

  18. saya mau tanya, kalau saya beli windows oem, windowsnya bisa di update gak, soalnya saya baru beli laptop, dan sudah di isiin windows 10 sama dianya. Kemudian setelah saya coba update, ternyata tidak bisa?

    • Bisa mas mestinya Windows OEM maupun yang personal license bisa diupate. Untuk kasus mas, saya kurang tahu sih ga bisa diupdatenya kenapa, soalnya yang belum activated juga bisa diupdate kok.

  19. Siang Mas, mau nanya.
    Laptop saya sudah terinstal windows 8 pro bajakan (diinstal di tukang servis laptop) jadi saya tidak punya master installernya. Nah, saya mau bikin jadi legal. Apa bisa saya legalkan hanya dengan membeli product key yang baru dan mengaktifkannya? Atau harus ada syarat-syarat tertentu lainnya setelah itu?
    Terima kasih.

    • Tergantung sih. Beberapa aktivasi bajakan punya tambahan service/aplikasi, jadinya Window yang diinstall mungkin ditambahi malware. Tapi secara legalitas, Anda tinggal beli product key terus diaktifkan saja (bisa change product key).
      Atau bisa juga langsung upgrade Windows 10

  20. Mas nanya ya besok license MS Office saya habis, bisa di upgrade gratis atau saya harus bayar perpanjangan? Asli ga ngerti saya karena ini laptop pribadi. Thn lalu beli retail kayaknya. Ditunggu infonya, makasih banyak

    • Saat ini ada 2 jenis lisensi MS Office, lisensi Office Home & Students yang seumur hidup dan lisensi Office 365 yang tipenya subscribe (langganan) per bulan atau per tahun. Dari deskripsinya, kayaknya itu yang 365. Untuk yang 365, jika masa subscribenya sudah habis, ya mesti subscribe lagi jika ingin dipakai.

      Menurut saya pribadi, memang yang 365 lebih menguntungkan, karena lisensi Home & Students tidak akan menerima upgrade (misalnya yang versi 2017 keluar).
      Selain itu, yang 365 bisa langganan per bulan sekitar 100 ribuan untuk 5 komputer, dibanding yang Home & Students yang harus bayar sekitar 1.7 juta per komputer untuk versi tahun itu (asumsinya versi tahun berikutnya Anda ingin beli lagi). Untuk yang 365, jika Anda punya kartu kredit, memang fleksibel sekali, Anda tinggal bayar 100 ribu per bulan, dan kalo tidak dipakai ya ga usah bayar untuk bulan itu. hehehe.

  21. Mas mau tanya, windows 10 saya masih belum di aktivasi, apakah kalau kita ke bandara atau laptop kita sedang di cek/razia oleh petugas ternyata windows nya masih belum di aktivasi, apakah laptop kita akan di sita?

    sebagaimana yg dijelaskan di artikel diatas bahwa Microsoft memberikan fitur yg sama antara windows10 yg atived/non aktived secara pandangan saya tidak ada batasan contohnya : ketika login windows, dia tidak menganjurkan memasukan Serial key windows dlm beberapa waktu yg lama berbeda dengan windows 7 (trial 30day) sesudah habis masa waktunya maka akan diminta memasukan serial key.

    jadi apakah saya harus membeli serial key windows 10?
    Terimakasih

    • Kalo masalah di razia di bandara, saya belum pernah punya pengalaman dan dengar yang seperti itu.

      Untuk Windows 10, sebenarnya tidak diaktivasi juga masih bisa dipakai, cuman ada tulisan “please activate” (Watermark) itu saja.
      Microsoft sendiri tidak memberikan batas waktu sampai kapan Anda dapat menggunakan Windows 10 yang belum diaktivasi.
      Jadi, sebenarnya itu tidak dilarang. Untuk mengaktivasinya dari situ juga mudah sekali. Jadi mungkin strategi Microsoft seperti itu.

  22. Mas, saya beli laptop dos kmudian di instal win 10 dan itu bajakan. Kmudian krn bbrpa hr kmudian saya bawa kmbli ke service center ny untuk instal kembali win 10 nya. Memang sudah aktif namun ketika saya cek di CMD trnyta dia memiliki masa expired yaitu di bulan Mei. Jd apa yg harus saya lakukan agar masa expired itu tidak ada lagi atau dengan kata lain mnjdi permanen ?

    Mohon penjelasannya ya mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s