AFAID 2013 part 1

Kisah ini terjadi pada tanggal 5 September 2013 lalu.

AFAID atau Anime Festival Asia Indonesia merupakan event besar bagi penggemar anime dan kultur media visual jepang di negeri ini. Acara ini diadakan khusus untuk memenuhi hasrat penggemar anim di seentaro negeri. Acara ini terdiri dari serangkaian expo/eksibisi/pameran merchandise, hingga screening movie dan konser lagu-lagu anim. Tentu saja, berhubung ini acara yang cukup besar, karena toh, artis-artisnya dari luar negeri semua, acara ini tergolong “wah”. Secara pribadi juga, saya berpikir, “Ah ya ngapain juga ditonton, toh kalaupun ke sana, g akan kuat beli merchandise apapun juga.” ¬†Begitulah yang pertama kali terbersit di pikiran saat membaca poster berita tersebut pada bulan Juli. Saya ingat, soalnya kebetulan bertepatan dengan heboh-hebohnya acara wisuda teman-teman saya juga. Namun, saya agak tertarik saat melihat Kalafina ternyata termasuk grup artis yang konser di AFAID. Ah, kalau mau membahas Kalafina sebenarnya agak panjang, tapi marilah kita runut ingatan saya yang agak berkesan ini. Yuk kita flashback, buat para pembaca yang males dan TLDR, diskip aja deh, toh ini posnya isinya buat dokumentasi pribadi doang.

Di tingkat dua, sewaktu saya kuliah, anime lifetime achievement saya sebenernya cuman 1, nonton Cardcaptor Sakura sampai tamat, udah, itu aja. Checklist itu tercapai saat saya hendak masuk tingkat dua. Saya dapat anime itu dari si Fikri (yang mungkin dapat dari Albadr). Akhirnya, tamat deh Cardcaptor Sakura. Anime ini sangat berkesan sekali buat saya. Terutama karena konsepnya yang menceritakan berbagai bentuk cinta pada saya yang saat itu masih SD. Ibaratnya, saat itu saya langsung mindblown, bahwa ternyata ada berbagai bentuk cinta dan kasih sayang, yang bahkan akhirnya membuat Sakura paham bahwa perasaan dia ke Yukito adalah sejenis respect, dan yang ke Syaoran baru namanya sayang (halah… ni udah ngelantur banget…). Tapi serius, itu mindblown banget. Saya jadi sadar (sebagai seorang anak kecil), perasaan itu bisa bermacam bentuk, dan sebaiknya kita biarkan dia berevolusi untuk kita pahami wujudnya, dan baru kita tentukan itu apa. Bahkan, saya sempat berpikir apakah kelak saya sendiri akan mengalami Love & Hate relationship kayak Sakura dan Syaoran, somehow saat saya dewasa nanti. Namun, dulu saya agak menyesal karena anime tersebut sering putus siaran di tengah-tengah, entah mengapa (mungkin disensor karena g cocok buat anak SD). Sempat juga pindah siaran dari TPI (yang dulu benar-benar berisi siaran pendidikan, serius) ke RCTI. Walhasil, saya ga pernah selesain cerita yang menggantung tersebut di hati saya (meskipun gara-gara adik saya suka ngerebut channel juga sih). Akhirnya saya penasaran, dan satu-satunya yang bisa menenangkan saya hanyalah sebuah pikiran, “Ya sudahlah, kalau memang sudah jodoh, nanti juga suatu saat bisa ditonton lagi.”, meskipun saat itu saya pikir sangat tidak mungkin (ga mungkin disiarkan lagi, dan tidak tahu kalo ada anime bajakan). Nah, makanya saya senang banget saat lifetime achievement itu berakhir happy ending. Makasih, Fikri (dan mungkin Albadr), berkat kalian kini saya bisa move on (halah).

Setelah saya move on dari Cardcaptor Sakura, saya jadi bertanya-tanya, “Wah, apa ada anime lain yang berkesan lagi? Tapi saya ingin ganti genre yang berbeda.” Berawal dari sinilah si Kalafina itu saya dengar. Alkisah, saya sedang bermain ke kosan si Irwan yang ada di daerah Cisitu (lupa waktu itu mau ngapain, ya…). Lalu, saya bertemu si Adhi Sutjiadi, yang saya anggap pakar anim dan kamen rider itu, dan ternyata kosannya dekat dengan Irwan. Langsung, saya tanya ke dia, anim apa yang bagus, yang bisa bikin saya terkejut karena ceritanya kompleks, unik, dan tidak biasa. Eh, dia langsung nyebut “Kara no Kyoukai!” Berhubung saya sangat katro bahasa Jepang, saya cuma bisa jawab “hah?” Terus akhirnya saya dikasih, entah DVD atau saya kopi kemana (karena belum punya harddisk), movie pertama Kara no Kyoukai. Apa hasilnya? Mindblown lagi! Sumpah, waktu itu saya kaget parah kalo ada animasi yang levelnya kelas bioskop, gambarnya HD banget. Tetesan air, kilatan cahaya, koreografi, plot, twist, semua elemen visual dan audio bikin saya ternganga (maklum waktu itu saya belum kenal kata “dafuq”). Elemen dengan kesan paling dalam tertancap adalah musiknya… Musiknya itu, sumpah, magis banget. Kerasa banget magisnya. I don’t know how to explain this. The music is like arranged or composed to show a magical nuance. Matching banget sama temanya Kara no Kyoukai. Sejak saat itu, setiap saya denger musik lain aransemen Yuki Kajiura, saya bisa langsung tahu, karena musiknya seolah punya warna sendiri di telinga. Selain itu, saat lagu ending, saya cukup takjub, karena tiba-tiba vokalnya jadi main instrument musiknya. Ada tiga channel suara. Lead vocal dan dua backing vocal di nada rendah dan tinggi. Ciamik. Nah, ternyata yang nyanyi itu grup Kalafina namanya. Setelah itu saya selalu menunggu keluarnya movie Kara no Kyoukai selanjutnya (meskipun agak kecewa dengan movie terakhir) tapi aransemen Yuki Kajiura dan suara Kalafina selalu mengejutkan. And that’s why the name Kalafina rings the bell. Kalafina dan Yuki Kajiura juga berperan di serial anime lain yang cukup mengesankan, Puella Magi Madoka Magica.

Meskipun ada Kalafina di AFAID, saya masih berpikir, “Meh, still not worth it.” Karena konsernya berlangsung dua hari, dan artis favorit cuma Kalafina doang. Jadi, saat si Irwan nanyain hal itu saat syukwis wisuda Juli, saya cuman bilang, “Ah, cuman ada Kalafina doang, ngapain. Kalo ada Aya Hirano mah, aing ikut.” dan ups, that’s the punchline. Sehabis syukwis, saya sempat mampir ke Irwan dulu untuk liat PSVita barunya. Irwan kemudian buka web AFAID, dan dafuq, ada Aya Hirano nya lah? Apaan sih? Saya langsung bengong. Saya lihat pembagian waktunya, mba Aya hari pertama, tante-tante Kalafina hari kedua. Berhubung udah sekalian dua hari, ya sudah, lebih menguntungkan saya beli tiket VIP paket dua hari sekalian, dengan pertimbangan bakal bebas antri, duduk di kursi dekat dengan stage, dan udah sekalian full access AFAID selama tiga hari tersebut. Ya sudahlah, once in a lifetime opportunity, YOLO. Wkwkwkwk. Lagian, saya pikir, toh, mungkin seumur hidup g akan kayak gini lagi. Akhirnya meskipun ga ada duit, saya nebeng dibayarin Irwan dulu, dan janji menggantinya bulan depan. Hmm… Begitulah ceritanya kenapa saya bisa ke AFAID. Eh, eh, bentar. Aya Hirano itu siapa?

Nah, mengenai Aya Hirano, mari deh kita flash back lagi. Ya elah… Setelah saya move on dari Sakura, kan saya udah cerita tadi, saya nyari anime lain yang temanya berbeda. Nah, pada suatu hari saya sedang mencari anime Daa! Daa! Daa!, atau yang dulu di RCTI lebih dikenal sebagai UFO Baby. Anime yang satu ini, sangat imut, cute, dan so sweet. Bahkan sempat membuat hati saya berbunga-bunga saat membayangkan gimana hidup berrumah tangga dan membesarkan anak istri yang merepotkan tapi menyenangkan. Alkisah, anime ini juga tidak selesai ditayangkan (ini gimana sih RCTI, banyak banget anime kagak kelar). Dan naasnya juga sampai sekarang, saya belum bisa lihat kelanjutannya. Anyway, fokusnya bukan di UFO Baby (biarlah itu jadi checklist lanjutan), tapi di majalah yang saya temukan. Di majalah animonster tersebut, ada artikel utama mengenai anim The Melancholy of Haruhi Suzumiya. Saya hanya baca sekilas, namun ada satu konsep gaya penceritaan yang bikin saya kaget. Kisah yang ditayangkan di TV nya itu akronologis. Artinya, tidak sesuai dengan urutan waktu yang sebenarnya. Kebetulan, saya yang menganggap plot twist adalah elemen terbaik cerita, langsung berpendapat bahwa ide tersebut sangat brilian. Tres Bien! Nontonnya aja udah kayak puzzle, gimana plotnya kan? Saya berjanji pada diri saya waktu itu, suatu saat, saya akan tonton film ini. Tapi tidak sekarang (karena banyak tubes, doh). Tingkat tiga (dua tahun setelahnya), barulah saya dapat kedua season Haruhi.

So, apa yang menarik dari Haruhi? Naratornya cuy! Imba banget, si Kyon yang berperan sebagai narator di sepanjang anim memiliki peran yang sangat penting demi plot twist Haruhi. Tomokazu Sugita memerankan Kyon dengan sangat bagus. Seiyuu fenomenal yang lain adalah Haruhi, yang diperankan oleh Aya Hirano (nah lho). Dari sini lah saya tahu Aya Hirano. Perannya memang cukup fenomenal di sini. Mba Aya ini memerankan Haruhi dengan sangat bagus. Karakter Haruhi yang super egois-ga-mikir-pake-otak-tukang-nyuruh-nyuruh-dan-super-tsundere diperankan dengan sangat-sangat baik. Seiyuu yang lain juga cukup bagus, seperti seiyuu Asahina Mikuru yang super-duper cute (apalagi kalo nangis), dan seiyuu Nagato Yuki yang pernah satu episode g pernah ngomong sama sekali (-__- di episode itu dia digaji ga ya?), karena memang perannya sebagai makhluk yang jarang ngomong. Tema plot nya juga cukup kontroversial yaitu tentang paradigma dunia yang menganggap Haruhi adalah Tuhan (woi, woi sirik woi). Oke deh, bukan gw yang bilang gitu. Intinya, temanya berkisar tentang karakter Haruhi sebagai makhluk yang entah mengapa omnipotent. Tapi somehow, ketertarikan saya pada anime ini lebih ke nasib Kyon. Soalnya saya pikir, kalo saya ada di anime itu, pasti saya kebagian peran jadi Kyon, yang saban hari ngeluh karena dirodi si Haruhi tsundere.

Umm… We got reaaaally sidetracked here… Tapi, ya begitulah Aya Hirano, yang berhasil menghidupkan karakter Haruhi dan hampir-hampir saja menghancurkannya gara-gara mba Aya ini bikin skandal “dewasa” dan membuat serial anim ini terancam tidak dilanjutkan. Whatever you do, mba Aya, suara Haruhi udah susah kalo diganti sama yang lain, jadi please atuh…

Hey, hey, prolog ini panjang sekali. Tapi sebaiknya dicukupkan dulu di sini. Kita lanjutkan part berikutnya besok. Yah, hitung-hitung biar saya ga langsung tidur sehabis shalat shubuh. Mwahahaha…. Begitulah, karena ada dua artis tersebut, saya jadi ikut AFAID 2013. Cerita saya ini semata-mata berusaha membangkitkan kenangan-kenangan Anda sekalian, tentang anim-anim yang berkesan di hati Anda. Apakah anim tersebut mempengaruhi Anda? Idealisme? Prilaku? Gaya hidup? Anime apakah yang berkesan itu? Kenapa? Jika Anda mau merenung sejenak, mungkin Anda tiba-tiba sadar, sejauh mana sih hal tersebut mempengaruhi Anda :p ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s