Penjual Jus di dalam mimpi itu sangat menyebalkan

Hari ini saya bermimpi sesuatu yang cukup mengesalkan, tapi berkesan juga. Saya pikir, saya akan membagi cerita tidak berguna ini dengan pembaca. Cerita ini mengisahkan tentang ibu-ibu penjual es campur dan jus.

Alkisah di mimpi saya, entah mengapa dan tiba-tiba, serta tanpa prolog, saya bertemu dengan guru sd saya yang sudah almarhumah di mimpi (ya, saya sadar ini mimpi kok). Karena kami sudah lama tidak bertemu, saya dan beliau ngobrol sebentar (ngobrolin apa juga lupa). Kemudian, guru saya menyebutkan tentang penjual es campur dan jus yang katanya enak, cuman jarang muncul di sekitar sini. Karena saya tahu beliau itu agak “nyentrik”, jadi saya penasaran dengan penjual ini. Akhirnya, saya cari penjual tersebut di sekitar situ. Saya pun mengajak sahabat SMA saya yang udah 3 tahun sebangku terus untuk nyari penjual jus ini. Entah gimana caranya dia saya summon di mimpi, soalnya kalo urusan jalan-jalan kuliner kayak gini, saya dan dia sering melakukannya juga pas SMA (nostalgia banget deh). Potongan rambutnya lagi botak (jadi mau ketawa kalo ingat), dan kami jalan-jalan mencari penjual tersebut.

Kemudian, kami berdua bertemu penjual tersebut. Yang jualan Ibu-ibu udah tua. Tapi ga sampe nenek-nenek juga sih. Hanya saja, saya panggil dia “Nek”.

“Nek, jus alpukat ada ga?”

“Ada. Mau yang biasa apa yang spesial?”

“Yang spesial, Nek..”

“Waduh, bahannya tidak ada, saya mesti pulang dulu.”

Akhirnya, karena si Nenek harus pulang dulu. Kami memutuskan untuk jalan-jalan. Kami keliling tempat itu dan melakukan hal-hal surrealis lain (berhubung ini mimpi yang sangat kacau). Ujung-ujungnya, kami main futsal di sebuah halaman. Tempatnya adalah pekarangan yang saya kenal di depan SMP saya di sekitar Tempat Penebangan Pohon. Ada teman SMP, SMA, dan SD juga yang cowok, sedang bermain. Tentu saja, teman-teman SMA saya tidak pernah tahu tempat ini, tapi whatever lah, namanya juga mimpi.

Kebetulan, penjual es jus tadi sudah pulang. Saya pun langsung mengambil pesanan saya. Kemudian es jus itu langsung saya minum sedikit. Lalu saya tanya harganya.

“Nek, berapaan ini?” Ibu itu kelihatan linglung dan bingung, kemudian menjawab.

“8.500”

Saya pun mengeluarkan selembar 20.000 dari kantong baju dan memberikannya ke ibu-ibu itu. Ibu itu kemudian mengambil uang kembalian dan menyerahkannya ke saya. Empat lembar 5.000, satu lembar 10.000, dan dua lembar 20.000. Jelas saya jadi bingung dong.

“Bu? Ko malah jadi tambah banyak?? Saya tadi ngeluarin 20.000 doang.”

Ibu itu kemudian marah-marah ke saya (Nah loh? Ko malah saya yang dimarahin???).

“Berapa sih jus nya tadi?” Kata si Ibu.

“Yaile, ibu. Ibu yang dagang sendiri, Ibu yang lupa. Tadi katanya 8.500, bu.”

Kemudian Ibu itu sambil bersungut-sungut memberikan uang 1.500. Lalu sudah, begitu saja. Saya pun bengong… (Sambil nyeruput jus alpukat sih… Ngomong-ngomong jusnya beneran enak parah loh.)

“Lha, bu… kurang 10.000 lagi…” Kata saya. Dalam hati, saya ngecek hitungan saya bener ga. 8500 + 1500=10.000. Oiya, bener. Berarti emang kurang 10.000 lagi. Rupanya di mimpi saya masih bisa ngitung dengan bener, hahaha…. Malah ibu itu yang ga bisa ngitung. Tapi ibu itu bukannya ngelayanin saya malah ngelayanin mbak-mbak yang beli jus juga di samping saya. Udah gitu, kembaliannya bener pula.

“Wah, bu…. Kok gitu sih? Mbak itu kembaliannya bener… Kok saya ga dapet-dapet dari tadi?”
Saya langsung protes di depan Ibu itu. Mbak berkerudung biru yang baru selesai beli jus tadi di sebelah saya cuman senyum doang malu-malu, mungkin kerasa disindir kali ya?

“Ibu itu ga bisa ngitung dik… Gara-gara dulu pernah ke luar negeri, dik..” Ibu-ibu yang jualan baso di spot sebelah hanya bisa menimpali. Awalnya saya pikir itu hanya candaan saja. Namun, mbak berkerudung biru yang tadi menjelaskan kalau ibu itu memang ga bisa ngitung. Jadi dia bisa dapat kembalian karena tiap hari beli dengan memberikan nominal uang yang sama. Jadi si ibu penjual jusnya sudah hafal mesti memberikan kembalian berapa kalo mbak berkerudung biru itu yang beli.

Setelah mendengar penjelasan mbak berkerudung biru yang lumayan manis tersebut, saya jadi agak paham. Mungkin biasanya orang ngasih 10.000 untuk jus alpukat tadi, makanya kembaliannya cuma 1500. Mbak kerudung biru tadi juga cerita lagi kalo ibu itu juga punya kontrakan rumah (semacam kos-kosan gitu), dan mbak itu ngekos di sana juga. Jadi sudah hafal.

Setelah dijelaskan panjang lebar oleh mbak berkerudung biru, yang lumayan manis, yang sepertinya masih SMA dan tidak pernah saya kenal sebelumnya itu, saya pun paham. Sebenarnya setelah itu, mimpi saya masih berlanjut. Tentu saja main bola sama temen-temen cowok tadi. Cukup seru juga kok, meskipun ribut dan ga jelas, tapi itu ga penting, dan ga bisa saya deskripsikan. Tapi saya cukup senang bisa melepas rindu dengan teman-teman yang sudah lama ga ketemu (ya ampun… Cuma mimpi doang). Setelah itu juga masih banyak hal-hal yang membahagiakan namun saya rasa cukup sensitif kalo diceritakan juga. Jadi, cerita ini saya akhiri sampai di sini.

Hal yang sebenarnya ingin saya bagi ke pembaca adalah tentang ibu yang buta hitungan itu? Bener ga sih di kenyataannya masih ada orang yang buta hitungan? Kemudian, sekadar pesan saja. Jangan karena kita bisa pada suatu hal, kemudian kita asumsikan orang lain juga bisa hal tersebut. Sebab, kesalahpahaman mungkin terjadi, dan salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan mengenal orang tersebut lebih dekat. Well, tampaknya saya banyak sekali diajari oleh mimpi saya sendiri. Sebenarnya, sedikit banyak, saya membicarakan kekurangan saya juga sih… Terutama sikap saya yang langsung ga terima dengan perlakuan ibu penjual jus tadi tanpa tahu masalah ibu itu apa.

Eh, kalo dipikir-pikir sekarang (pas saya nulis ini), jangan-jangan guru saya itu sengaja nyaranin beli jus di situ karena ini?

Ah, ga mungkin lah ya… Hahahahaha… Namanya juga mimpi… Serem ah…

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s