Female Computer Science Engineer

Baru saja saya membaca status dosen saya yang memberitahukan bahwa prodi IF dimasuki 9 orang putri dari total 97 mahasiswa/i yang masuk. Sedikit sekali… nyaris saja menyamai prodi Teknik Mesin. Padahal, kalau saya pikir-pikir, kan kerjanya juga ga outdoor. Lebih sering indoor loh, seriusan. Tapi, oke lah, teknik mesin juga ga outdoor-outdoor amat. Teknik Sipil jelas lebih outdoor.

Terlepas dari jurusan mana yang indoor dan mana yang outdoor, saya sendiri cukup bingung mengapa prodi ini tidak diminati banyak kaum wanita (Logikanya, kalau di prodi IF sedikit, berarti lebih banyak yang masuk prodi Elektro dan sebangsanya dari STEI). Saya pernah membaca bahwa analis komputer generasi awal-awal itu kaum wanita. Alasannya begini, pada saat itu, cabang ilmu tersebut masih sangat baru dan eksperimental. Para pria lebih memilih masuk menjadi engineer yang sudah terbukti semisal arsitek atau elektronik. Maka jadilah para wanita yang masuk cabang ilmu Computer Science. Ini karena peminatnya kurang dan tingkat kompetisinya lebih rendah, sehingga kaum hawa bisa “lebih bersaing” dengan pria-pria lain dari situ.

Pada zaman itu, analis wanita sangat disegani. Agar saya tidak disangka bohong, saya beri satu saja nama tokoh legendaris dunia Computer Science, namanya Grace Murray Hopper. Beliau, yang nama pendeknya jadi Grace Hopper (mirip Grasshopper alias belalang) punya riwayat prestasi yang bejibun. Saya ga mau capek-capek nyebutin ulang, tapi liat aja di wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Grace_Hopper. Liat aja tuh dia punya medali berapa biji.

Mungkin pembaca yang kurang tahu peran beliau dalam dunia perkomputeran akan heran, apa hubungannya Computer Science dengan medali militer? Oke, saya dengan senang hati akan berusaha menjelaskan. Beliau adalah seorang pionir. Beliau termasuk pembuat komputer modern pertama, dan pembuat compiler pertama. Beliau pula yang mendesain bahasa COBOL, salah satu bahasa pemrograman modern pertama. Dan, tahu tidak? Beliau lah yang pertama mengusulkan istilah “debugging” (istilah untuk pembuatan koreksi pengkodean program agar berjalan sesuai harapan). Debugging sendiri dalam bahasa Indonesia sering dipadankan dengan istilah penirkutuan (oleh dosen saya itu, pak Rinaldi). Sebegitu kerennya Ibu Grace Hopper ini, sampai-sampai dia diberi julukkan The Amazing Grace. Well, siapa bilang cewek kerjanya mesti di dapur mulu?

Kalau Anda tahu atau kenal juga dengan bahasa Fortran, perkenalkan juga, Lois Haibt. Satu-satunya tim perancang Fortran yang bergender cewek. Beliaulah salah satu analis komputer science generasi awal. Beliau sudah nge-debug workflow program sebelum kalian menyusui. Hahaha…

Tokoh yang lebih fundamental lagi tentu saja seseorang yang menginspirasi nama salah satu bahasa pemrograman, Ada Programming Language. Ada Lovelace adalah seorang matematikawan asal Inggris yang membuat catatan oprekan komputer mekanis yang berusaha dibuat oleh Charles Babbage. Tau kan, Charles Babbage? Orang yang berusaha membuat komputer mekanis pertama. Komputer mekanis tersebut akhirnya memang tidak selesai. Tapi, Ada dianggap sebagai The World’s First Computer Programmer. Hahaha… Makan tuh… Gua bilang juga apa, perempuan tuh nyeremin banget… Makanya, mulai sekarang hati-hati deh kalo berantem sama cewek.

Sebenarnya, kita harus banyak-banyak terima kasih sama Ibu-ibu barusan, karena telah meletakkan fondasi-fondasi awal Computer Science dan Teknologi Informasi. Tanpa mereka, blog ini ga bakalan Ada. Sebenarnya pekerjaan ini cocok kok buat para istri dan Ibu-Ibu. Bayangkanlah suatu keadaan dimana sang Istri menunggu kepulangan Suaminya tercinta sambil ngoding di beranda rumah (waw…). Bahkan si Istri ga perlu keluar rumah saat kerja, lho? Ya okelah, mungkin tidak seekstrim itu. Tapi tetap saja unik jika suatu saat saya melihat seorang Ibu ngoding di Cafe sambil menunggu buah hatinya pulang sekolah. Hahaha…

Setiap pekerjaan memang adakalanya membutuhkan kita untuk pergi ke luar. Tidak terkecuali dengan Computer Science. Pasti punya kantor juga atau ada meeting sesama analis. Namun, semuanya kerja yang menggunakan otak, multi-tasking, butuh ketelitian, perasaan dan komunikasi. Requirement tersebut termasuk sifat-sifat yang menjadi karakteristik unggulan Wanita. Tentu saja ini berlaku tidak hanya untuk Computer Science, namun bidang Engineer lain secara umum.

2 thoughts on “Female Computer Science Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s