Saya dan ICEEI2011

Yo, sebenarnya saya lagi bingung waktu nulisin ini. Tadi habis jalan-jalan buat beli akun INA biar ngenet bisa lebih kenceng untuk melepas lelah.  Semua ini dimulai pada saat munculnya tugas makalah pengganti UTS kriptografi saya. Waktu itu kami diberi tugas untuk membuat makalah. Spesifikasi tugas makalah tersebut diberikan pada kami, dan kami disuruh untuk memilih topik yang akan dipropose atau diajukan ke Pak Rin (Dosen kripto saya). Kebetulan, waktu itu saya ga mau mikir rumit-rumit, jadi saya ambil salah satu topik yang ditawarkan dalam spesifikasi makalah tersebut, topik tersebut adalah Implementasi Steganografi pada Data Audio. Tentu saja, sebelumnya saya cari-cari dulu di sumber lain (google), apakah materinya sudah ada yang membahas ataukah belum? Terus saya dapet sumber yang ternyata sudah mencoba melakukan implementasi tersebut. Entah saya juga lupa dapat ide darimana, saya berencana menggunakan skema yang udah terkenal, yaitu Direct Sequence Spread Spectrum. Bagai anak kesasar digurun, saya meraba-raba bagaimana cara implementasinya menggunakan Fourier Transform (abaikan saja istilah-istilah aneh disini, itu semua tidak penting…), terus dibuatlah proposal makalah tersebut.

Kemudian, rupanya proposal makalah saya diterima, saya pun mulai mengoprek makalah tersebut. Namun, ga taunya saya bertemu masalah besar, soalnya Fourier Transform untuk jaman sekarang masih belum bisa diaplikasikan ke file lagu biasa, karena banyaknya data yang mesti ditransform. Pendek kata, RAM laptop saya ga kuat untuk menghitung Fourier Transform, jadi durasi lagunya saya kurangi. Akhirnya, sepanjang makalah, saya hanya membahas kekurangan dan keterbatasan implementasi yang saya buat.

Yah, beberapa minggu kemudian, makalah tersebut dibagikan. Seperti biasa, saat acara pembagian saya bengong atau ngobrol dengan temen-temen, tentu saja suasana kelas juga riuh. Sebelum makalah dibagikan, Pak Rin memberi nasihat cara membuat makalah yang baik. Pak Rin juga mengumumkan, angka tertinggi nilai makalah itu 84. Kemudian, makalah-makalah itu dibagikan (dan saya masih ngobrol dengan temen). Kemudian nama saya pun dipanggil dan saya segera maju. Setelah saya sudah berada di samping Pak Rin untuk mengambil makalah tersebut, Pak Rin baru memberitahu kalo yang dapet nilai 84 itu ternyata saya. Wow, saya bingung sekaligus kikuk saat itu, soalnya saya kaget banget. Sambil bilang makasih dan ga tau mesti ngomong apa-apa lagi, saya ambil makalah tersebut kemudian duduk dan bengong lagi. Pak Rin kemudian menyarankan agar saya mengirim makalah tersebut ke ICEEI (Internationals Conference on Electrical Engineering and Informatics) yang kebetulan akan diadakan di ITB.

Beberapa hari kemudian, saya ditagih Pak Rin, bahkan ditanyain via Facebook. Beliau menyarankan agar makalah saya cepat-cepat dikirimkan, ke ICEEI. Kemudian saya langsung ke ICEEI dan mempelajari cara pengirimannya. Ehm, entah mengapa  saya rasa cara pengirimannya cukup rumit. Peserta diharapkan mengirimkan abstrak atau makalah finalnya sebanyak 6 halaman (kalo lebih ada pembayaran tambahan), hehe… bagus lah, saya juga tidak berencana ngirim banyak2 halaman. Terus saya bengong sendiri, kalo ternyata makalah yang diterima itu harus bayar. Beuh, mau dapet uang darimana itu???? Akhirnya saya tanya Pak Rin lagi, terus ternyata katanya masalah pembayaran itu urusan belakangan. Kemudian saya berkutat lagi dengan masalah pengiriman, ternyata cara pengirimannya cukup ribet lho. Untuk ngirim, saya mesti bikin akun dulu dan ngirim lewat website tersebut, terus makalahnya juga punya format sendiri (argh…..). Akhirnya, saya kirim juga abstraknya.

Beberapa minggu kemudian, saya dapet email yang katanya abstrak saya masih ga jelas, jadi saya mesti ngirim makalah penuhnya. Akhirnya saya baca-baca lagi di situsnya tentang tata-cara pengiriman makalahnya gimana. Nah, hari ini saya baca aturan-aturan tersebut dan malah pusing….. Jadi ceritanya, makalah yang diterima sepertinya akan dipublikasikan di jurnal ilmiah IEEE.  Jadi, makalahnya mesti sesuai dengan format yang ada. Terus kita mesti daftar di situs http://www.pdf-express.org/ nah situs ini yang ngecek ntar formatnya sesuai atau enggak. Hadoh…., Asem banget lah pokoknya. Dan ga hanya itu aja… (haha… mestinya kata ‘dan’ ga boleh di awal kalimat), ada aturan IEEE (katanya namanya copyright notice), yang mesti saya pelajari dan saya tandatangani. Jujur aja saya bingung itu copyright notice ngebahas apaan…. Tapi kayaknya sih ngebahas masalah legalitas itu makalah, semisal apakah makalah yang saya kirim itu original work saya atau tidak, atau bagaimana kalo orang lain ingin mengutip dan mencantumkan makalah tersebut dalam webserver lain…. Katanya, kalo udah diterima dan dipublikasikan IEEE, makalah tersebut ga boleh ditampilkan sembarangan (makalah penuhnya, maksudnya)… wow, ini rumit banget, beda banget sama konsep open-source, menurut saya.

Tapi hal lain yang bikin ngeri sih, kalo ternyata tiba-tiba ada orang lain yang udah pernah bikin hal yang serupa dengan makalah saya, terus menuntut dengan ancaman plagiasi, wadooooh…. ampun dong….. mana saya tahu kalo ada makalah yang mirip, kan? Kan udah ada jutaan makalah di dunia ini, bisa aja ada yang sama. Nah, ini nih yang bikin saya pusing dari tadi. Akhirnya saya malah ngeblog lagi, bukannya ngetranslate makalah saya biar cepet-cepet dikirim…. D’oh…. Masalah legalitas emang bikin rumit…

6 thoughts on “Saya dan ICEEI2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s