Tugas Kuliah dan Orang Tua

Langsung saja, tiba-tiba saya ingin curhat. Kemarin orang tua saya menelepon, (lebih tepatnya berusaha menelepon, namun karena gagal, akhirnya meng-sms) dan menanyakan posisi saya. Kemudian saya balas, bahwa saya sedang berada di rumah teman di Cimahi (di rumah Thoriq). Rupanya orang tua saya kangen ingin bertemu, dan dengan berat hati akhirnya dibatalkan karena saya sedang tidak di kosan (lumayan jaraknya cukup jauh dari Cijerah-Pelesiran). Akhirnya entah Bapak saya itu pulang atau bagaimana, yang jelas saya tidak membalas sms-nya. Entah mengapa, saya tidak sampai hati untuk membalas sms tersebut, jadi akhirnya saya biarkan saja.

Rasanya aneh kalau saya balas, “Sedang di rumah teman, mengerjakan tugas.” Tugas dengan orang tua lebih penting mana sih? Lagipula saya sudah tidak pulang sejak (entah kapan, saya sudah tidak ingat) lama. Tentunya, saya berharap orang tua dapat mengerti. Jujur, saya agak pusing juga menghadapi tugas-tugas di jurusan saya ini. Tugasnya sangat banyak (sumpah…) dan belum tentu juga bisa diselesaikan dengan cepat. Bahkan saya termasuk mahasiswa yang beruntung (karena tidak kebagian mata kuliah yang tugasnya banyak). Sedangkan teman-teman saya luntang-lantung mengerjakan tugas kesana-kemari.

Ibarat pepatah orang tua zaman dahulu, “Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya.” , saya selalu “berusaha” mengambil sisi positif dari cobaan macam begini. Sebenarnya, manajemen waktunya cukup mudah jika tugas tersebut adalah tugas individu, namun yang menjadi tantangan adalah tugas kelompoknya. Kita harus bisa mengatur jadwal dengan teman kita yang lain yang jadwalnya juga beragam. Salah mengatur jadwal sedikit saja, bisa-bisa tugas kelompok kita tidak selesai. Yah, untuk teman-teman seperjuangan di kampus, saya doakan supaya makin tabah saja dan lancar tugasnya. Yang penting tugas-tugas ini bisa kita ambil manfaatnya.

Nah, kalo kita bahas lagi orang tua saya, sebenarnya saya sangat ingin pulang ke rumah selama sehari atau dua hari. Paling tidak menemui Ibu saya yang katanya kangen, atau adik saya yang masih SD (jangan-jangan dia sudah lupa muka saya?) Namun, kalo dihitung-hitung, kapan sih hari yang cocok untuk pulang? Nyaris tidak ada. Belum lagi sepertinya bulan Juni nanti ada Kerja Praktek. Waduh… kapan saya bisa pulang? Malah kalo ada tempat untuk menampung usulan, saya ingin usul sebaiknya kuliah ditiadakan. Toh, tugasnya sudah banyak juga. Kalopun kita mengerjakan tugas saja, saya yakin teman-teman saya sedikit banyak menangkap materi kuliahnya.

Yah, sepertinya sudah seharian ini saya mengerjakan tugas,  bahkan belum pulang ke kosan (jadi bisa ditarik kesimpulan kalau saya juga belum mandi…). Sekarang sudah saatnya tidur. Buat teman-teman yang lain juga, usahakan tidur jangan terlalu dini, agar bisa bangun di esok hari dengan segar (untuk mengerjakan tugas lagi…).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s