Mata Kuliah Sistem Basis Data

Sore ini, 22 November 2010 pukul 4 PM adalah kuliah terakhir mata kuliah Sistem Basis Data. Awalnya, aku memilih mata kuliah ini karena (katanya) tugas-tugasnya sedikit. Wow, sangat jarang sekali ada kuliah di Teknik Informatika yang jarang tugas atau paling tidak tugasnya tidak terlalu rumit. Karena pertimbangan itu, akhirnya mata kuliah tersebut saya pilih.

Pada pertemuan pertama, kesan pertama yang saya dapat tentang dosennya yaitu, dosennya ramah (seriusan nih). Nah tapi, (ada tapinya) gaya bicaranya bisa bikin orang lain salah sangka. Malah denger-denger kata kakak kelas beliau suka nge-bully mahasiswanya, maksudnya secara omongan sih. Tapi bukan berarti bapaknya suka ngomong kasar, hanya saja kalau kita mendengar kuliah beliau kita jadi merasa orang paling bodoh sedunia, pokoknya susah dijelaskan kalo tidak datang kuliahnya secara langsung.

Pak Benhard adalah orang yang tegas tapi santai. Beliau juga prof seperti Pak Iping. Terus terang saja, saya tertarik dengan orang seperti itu, karena wibawanya sangat terlihat. Kuliah terakhir tadi (maksudnya, kuliah terakhir SBD semester ini) berjalan nyaris biasa-biasa saja. Beliau bercanda dan menerangkan seperti biasa, sambil sesekali patroli mencari mahasiswanya yang “tertidur” di tengah kuliah. Tadi juga beliau bercerita tentang seorang bapak yang membeli korek api. Bapak ini ingin membeli sekotak korek api, dan menyuruh anaknya yang masih kecil untuk membelikannya. Bapak tersebut berkata, “Pastikan korek apinya bagus, ya”. Kemudian setelah agak lama sang anak pun pulang. Begitu sang bapak membuka kotak korek apinya, bapak itu terkejut. Kotak korek api itu hanya berisi batang korek yang sudah dinyalakan. Bapak itu pun mengerti kesalahanya, anaknya mencoba semua korek apinya dan terbukti korek apinya bagus. Hahaha… cerita ini mungkin agak garing, tapi Pak Benhard sudah sering cerita seperti itu. Kemudian temanku menambahkan cerita beliau, sebut saja nama temanku ini CAS (sebenarnya aku memanggilnya seperti itu). Cerita dia, karena sadar kesalahannya bapak ini pun berpesan pada anaknya, “Belikan bapak korek api lagi ya, tapi jangan yang bagus.” Anak itu pun pergi membeli korek api lagi. Begitu anak itu kembali, sang bapak kaget karena dia tidak membawa korek api. Anak itu pun bilang, “Tadi sudah kubeli dan kucoba tapi ternyata bagus semua, Pak. Sekarang uang untuk korek apinya habis.” Bapak itu pun geleng-geleng kepala menyadari kesalahannya.

Hmm… intinya apa sih menceritakan hal seperti ini? Sebenarnya tidak ada intinya sih. Cerita ini saya tulis bukan untuk menyampaikan nilai moral dan sejenisnya, tapi semata-mata hanya untuk merekam kuliah tadi agar kelak saya bisa ingat bahwa kuliah Pak Benhard sangat menyenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s