Mata Kuliah Grafika dan Visualisasi Komputer

Hari ini, Kamis 18 November 2010, tiba-tiba aku ingin menulis pengalaman yang terjadi sejak pagi. Kita pindah setting waktu ke jam lima pagi hari ini. Bagi para pembaca, anggaplah sedang berada bersama saya pada pukul lima pagi dinihari. Baiklah, kita mulai kronologisnya.

Pagi ini, seperti biasa aku belum tidur sejak sore hari. Selesai shalat Idul Adha aku tidak sanggup menahan kantuk dan akhirnya mengalami deep sleep selama dua jam. Setelah itu, aku mati-matian menyelesaikan tugas SI hingga pukul lima dini hari ini. Akhirnya setelah berkutat dengan PHP, HTML, CSS, Javascript, dan AJAX, selesai jugalah prototype Sistem Informasi yang akan didemokan nanti jum’at. Tentu saja setelah diselingi 4 sesi game DoTA yang menyegarkan. Selesai shalat subuh, aku masih merasa segar, tidak ada kantuk sama sekali. Hari ini ada kuliah Grafika dan Visualisasi pukul 9 (atau mungkin bisa lebih siang lagi, pukul 10 mungkin). Aku cukup percaya diri bisa menghadiri kuliah kamis ini. Maklum, sudah ber-kamis-kamis sebelumnya aku gagal ikut kuliah karena ketiduran. Budaya hidup jurusan informatika yang berat dan sarat tugas memang sulit kuadaptasi. Walhasil, aku harus memilih antara ikut kuliah atau mengerjakan tugas (tugasnya itu loh, banyak sekali dan ga bisa selesai cepat).

Akhirnya, untuk menikmati waktu, akupun berbaring dan mengutak-atik laptop kesayangan. Tak terasa sudah jam 8 pagi, dan aku tidak merasa ngantuk. Tentu saja ini fenomena yang aneh. Biasanya pukul segini aku mati-matian mempertahankan kesadaran. Sambil tersenyum akupun berbaring.

Kemudian aku bangun, dan kulihat laptop ku dalam keadaan standby. Aku gerakkan jariku di atas touchpad, dan kulihat jam digital…….

“HAH???”…..

Komputer ga mungkin bohong pada saat seperti ini, jam digital itu menunjukkan pukul 11, bahkan bagian menit-nya sudah memasuki angka lima puluh.

Apa yang terjadi? Bahkan aku sendiri nyaris tidak sadar kalau aku sudah tertidur. Cara tidurnya pun aku tidak tahu. Yah, pokoknya sambil menggerutu akhirnya aku berangkat ke kampus (setelah mandi tentunya).

Di kampus, seperti biasa aku langsung ke labdas III, tempat kumpul mahasiswa IF pengguna jaringan wireless. Bagaimana kalo kita skip bagian rutin keseharian ini? Seperti kegiatan nge-net, bercengkrama dengan teman, dan menduduki kursi yang bisa berputar-putar. Setelah kita skip sekarang saatnyalah demo tugas mingguan Grafika. Meskipun tugas mingguan namun kami (aku dan teman satu kelompok) sudah beberapa minggu tidak demo dikarenakan jadwal asisten dan jadwal kami tidak sinkron. Namun, kami menggabungkan tiga tugas mingguan yaitu clipping rectangle,scanline fill, dan layering fill menjadi satu program. Program ini, secara garis besar, memperlihatkan sebuah minimap ITB dan peta ITB itu sendiri (yang dimodifikasi dan diwarnai menggunakan scanline fill). Ada toggle layer-nya juga untuk layer jalan, bangunan dan tanah. Setelah asisten memeriksanya, aku, Widha, Anis, dan Fatardhi diingatkan untuk tugas minggu depan, yaitu penggunaan bezier (d’oh… tugas lagi…). Kemudian, tiba-tiba Pak Iping muncul dari balik pintu lab Grafika dan menghampiri kami. Beliau (dosen mata kuliah grafika kami) melihat pekerjaan kami. Setelah obrolan seru dengan kami dan memberikan komentar tentang program yang kami buat, Pak Iping pergi ke ruangannya dan mengambil sebuah laptop. Kemudian beliau memperlihatkan sebuah program berbasis web mirip Google Earth yang dia buat untuk proyek suatu perusahaan. Kami tercengang dengan fitur-fitur aplikasi tersebut. Aku sudah tidak ingat fitur yang lain selain zoom karena sangat banyak. Aku bahkan dengan nada bercanda memprotes tampilan aplikasi yang mirip antarmuka Microsoft Office 2010, namun beliau dengan santai mengganti skin antarmuka seolah menjawab protes yang kuberikan (buset, bisa ganti skin segala). Wah, bapak sangat “imba” pikirku. Teman sekelompokku pun terkagum-kagum. Bahkan Otniel, teman kelompokku yang baru datang pun langsung tercengang melihat aplikasi semacam itu. Buset dah, pendek kata, kekerenan aplikasi tersebut sulit digambarkan dengan kata-kata (halah…).

Setelah obrolan penuh canda tawa dengan dosen grafika tersebut, aku jadi berpikir sebenarnya yang demo ini kelompok aku atau bapak? Hehe… Menurut saya pribadi, ini sangat menarik dan termasuk pengalaman berharga. Dosen yang mau berbagi pengalaman seperti ini sangat jarang. Meskipun dosen-dosen IF baik-baik dan semuanya ramah. Namun jarang sekali ada dosen yang meluangkan waktu untuk mengobrol dengan orang seperti kita-kita ini, hehe…

Pak Iping ini bisa dibilang legendaris, beliau adalah salah satu dosen bergelar Profesor di Teknik Informatika ITB. Coba bayangkan, beliau kuliah sarjana di jurusan teknik perminyakan ITB, tapi S2 dan S3 di bidang ke-informatikaan, bahkan mendapat gelar Prof. di bidang keahlian informatika (Ckckckc..). Beliau juga yang membuat sistem DMR atau Digital Mark Reader dan perusahaan Suteki. Pembaca tahu kan DMR? Itu lho, software yang digunakan untuk membaca jawaban yang dibulat-bulatkan menggunakan pensil 2B sewaktu Ujian Nasional. Aku jadi teringat sewaktu aku entah SMP atau SMA, bapakku membawa pulang sebuah software Mark Reader buatan perusahaan Suteki yang berbasis web. Kalau tidak salah bahkan ada software sistem informasi perpustakaan. Bapakku (entah membeli atau dapat dari orang lain) meng-oprek software tersebut untuk dipasang di sekolah tempat beliau mengajar.

Ah, serasa nostalgia mengingat masa lalu, saat dalam hati masih menggebu keinginan untuk membuat aplikasi yang mempermudah pekerjaan orang lain. Sekarang justru orang yang membuat aplikasi yang membuatku terinspirasi ada di depan mataku sendiri, dan menasihati agar kami selalu berusaha yang terbaik. Terima kasih Pak Iping, semoga saya selalu dapat mengingat pesan bapak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s