Bedanya Internet dengan Web

Biar saya katakan sebelumnya, saya sangat kesal dengan kondisi koneksi Internet di Indonesia sekarang. Koneksi yang ada secara umum saya rasa sangat-sangat lambat (dengan patokan bisa main game online secara pribadi atau streaming youtube) dan mahal. Sewaktu masih kuliah tingkat satu, saya mengurungkan niat saya untuk membeli modem broadband karena menurut saya tidak ada provider internet yang “memuaskan” saya. Perbandingan tarif dengan kecepatan internet serta kuotanya membuat saya miris. Saya selalu berpikir, “Apa sih yang bisa didapat dengan koneksi kayak gitu??? Buang-buang duit aja…”. Saya ingin mengajak para pembaca berpikir tentang kondisi yang menurut saya mengenaskan tersebut. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya saya review sedikit beberapa hal agar persepsi kita sama.

Biar saya jelaskan dan tekankan dari awal, Internet dan Web adalah dua hal yang berbeda! Agar istilah ini tidak salah kaprah lagi, saya akan ilustrasikan sebagai berikut. Kita hidup di sebuah dunia dengan banyak negara yang tiap negaranya bicara dengan bahasa dan tulisan yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan sebuah standar dalam berkomunikasi. Standar-standar inilah yang membentuk Internet dan Web.

 

  • Perihal Internet

Internet atau yang kepanjangannya adalah Interconnected Network (jaringan yang saling terhubung) mengacu pada sebuah jaringan (entah itu kabel atau nirkabel) yang menghubungkan antar negara atau antar tempat di dunia menggunakan protokol Internet. Nah, lho? Apa itu protokol internet? Kenapa definisinya malah balik lagi? Secara logika, jaringan antar negara itu ada banyak, tidak hanya internet saja. Bisa juga jaringan telepon, telegram, atau jaringan pos, ya kan? Nah, kalo jaringan telepon disambungkan menggunakan aturan/protokol telepon, jaringan Internet juga punya protokol sendiri. Makanya Internet tidak disebut jaringan telepon, karena protokolnya beda? Ngerti sampe sini kan?

Lalu protokol itu apa? Protokol itu semacam serangkaian aturan atau standar. Protokol dibuat agar orang punya acuan yang sama. Kan tadi sudah diceritakan kalau dunia ini terdiri dari beragam orang dari latar belakang yang berbeda. Dengan protokol yang sama, tiap pihak di jaringan tersebut bisa berkomunikasi dengan cara yang sama, jadi tidak terjadi salah paham. Nah, Internet menggunakan protokol yang bernama TCP/IP. Jadi, semua mesin/komputer yang berada dalam jaringan internet menggunakan protokol ini, sehingga mesin di Indonesia bisa terhubung dengan mesin-mesin di negara lain.

Nah, jadi kalau sekarang ditanya Internet itu apa, jawablah Internet adalah sebuah jaringan atau penghubung. Anggaplah Internet itu adalah suatu infrastruktur. Misalkan, internet adalah sebuah jaringan jalan. Jaringan jalan ini menghubungkan kota-kota di berbagai tempat. Sekarang makin paham kan? Berikutnya akan saya jelaskan tentang Bandwidth.

Bandwidth (lebar pita) adalah suatu ukuran yang menyatakan berapa banyak data yang bisa ditransfer tiap detiknya oleh suatu jaringan. Makin besar Bandwidth, makin lancar aliran data. Sebagai ilustrasi klasik, anggaplah jalan raya itu internet, maka Bandwidth menyatakan ada berapa jalur di jalan raya tersebut.  Semakin banyak jalurnya, lalu lintas makin lancar kan? Anggaplah kendaraan yang melewati jalan tersebut adalah data yang ditransfer internet. Bandwidth biasanya dinyatakan dalam satuan bps (bit per second) atau Bps (Byte per second). Bps dengan bps itu beda (perhatikan kapital). Satu Byte itu 8 bit, jadi 1 Bps itu 8 kali lebih cepat dari 1 bps. Dalam terminologi jaringan, biasanya yang digunakan itu satuan bps, misalkan koneksi provider internet modem saya itu 384 Kbps. Namun, dalam terminologi perunduhan, biasanya  satuan yang digunakan adalah Bps, misalkan modem saya itu kuat mendownload dengan kecepatan 48 KBps. Game online rata-rata membutuhkan koneksi 40 KBps yang stabil. Jadi provider internet saya bisa dipakai untuk main game online (secara teori). Jadi, kalau teman Anda bilang: “Saya pake provider X, bisa 1 MBps kok.”, Anda mesti samakan persepsi dulu, itu B kapital atau b kecil. Ini biar Anda tidak ditipu iklan provider internet. Hahaha…

 

  • Perihal Web

Berikutnya, saya akan menjelaskan tentang Web. Internet hanya bertugas menghubungkan antar tempat saja. Internet digunakan untuk mengantarkan informasi dari tempat satu ke tempat lain. Nah, kumpulan informasi inilah yang dinamakan World Wide Web (terjemahan langsungnya: Jaring Lebar Dunia). World Wide Web ini biasa disingkat WWW atau Web saja merupakan kumpulan dokumen atau informasi yang diantarkan oleh Internet. Jadi sekarang sudah tahu bedanya kan? Kalau ada orang yang bilang “Saya mau fesbukan dulu di Internet.”, mungkin maksudnya adalah “Saya mau fesbukan dulu di Web.”. Ini karena, Facebook itu ada di Web, bukan di Internet. Kalau di analogi jalan raya tadi, Facebook itu maksudnya suatu rumah, atau gedung, atau tempat. Jadi jelas letak Facebook itu di suatu kota atau daerah, bukan di jalan raya. Hahaha… Sekarang ngerti kan? Mungkin yang lebih tepat adalah “Saya mau fesbukan dulu menggunakan Internet.”

Istilah lain di Web yang cukup penting adalah URL, atau Uniform Resource Locator (Penentu tempat sumberdaya seragam). URL itu seperti alamat informasi di Web. Dengan analogi jalan raya tadi, URL dianalogikan seperti alamat jalan atau kode pos yang menunjukkan suatu rumah atau tempat. Sebagai contoh, http://www.facebook.com/messages. URL biasanya dibagi menjadi 3 bagian, protokol Web (http://), nama web (www.facebook.com), dan sumberdaya yang diminta/query (messages). URL sendiri adalah subset dari URI, atau Uniform Resource Identifier. Nah, kalo ngomongin URI lebih jauh, itu udah keluar scope, jadi tidak saya bahas dan bisa dicari sendiri saja.

Intermeso sebentar, WWW ini juga punya padanan kata di Bahasa Indonesia. Salah satu kata yang diusulkan adalah Jaring Jagat Jembar (disingkat JJJ). Masing-masing kata diterjemahkan sebagai berikut, World menjadi Jagat (atau dunia), Wide menjadi Jembar (atau lebar), dan Web menjadi Jaring. Ada juga kata lain yang diusulkan, yaitu Waring Wera Wanua (disingkat tetap WWW). Masing-masing kata diterjemahkan sebagai berikut, World menjadi Wanua (wilayah atau dunia), Wide menjadi Wera (lebar juga), Web menjadi (Waring). Istilah ini meskipun terdengar makin aneh (karena diambil dari bahasa Jawa) namun inilah yang dipilih sebagai padanan kata World Wide Web. Anda bisa mengeceknya di glossarium bahasa Indonesia di http://kateglo.com/ atau di pusat bahasa Indonesia di http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/glosarium/. Meskipun beberapa orang tidak suka dengan padanan ini, saya sendiri berpendapat padanan kata ini lebih bagus dengan beberapa alasan. Pertama, karena bisa disingkat dengan singkatan yang sama. Ini sangat membantu dalam transliterasi literatur di buku ataupun paper, WWW tidak perlu diubah. Konsep yang sama seperti pada ATM, Automatic Teller Machine yang diubah menjadi Anjungan Tunai Mandiri. Kedua, karena bunyinya indah dan merima, jadi nilai sastranya tetap ada. Ketiga, tidak ada salahnya menggunakan istilah yang diambil dari bahasa Jawa atau Sumatra atau suku apapun, karena toh, bahasa Indonesia juga terdiri dari ragam bahasa di Indonesia. Ini justru menunjukkan keragaman dan kekayaan istilah bangsa kita. Mengapa tidak digunakan? Kalau bukan kita yang menggunakan, siapa lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s