Piramida Maslow

The Most Interesting Man In The World - Saya GA SERING NULIS TAPI SEKALINYA NULIS, SAYA NULIS DUA

Hehe… agar saya tetap terjaga hingga pukul tujuh pagi… saya akan menulis lagi. Masih ada hubungannya dengan Manajemen Potensi Diri. Kali ini saya akan memperkenalkan tentang Piramida Maslow. Piramida Maslow ini pernah saya ketahui dari kuliah Informatika (tapi entah yang mana). Alkisah, suatu hari seorang bernama Abraham Maslow berusaha menjelaskan tentang asal motivasi manusia. Kemudian… ah… baca aja sendiri di sini … http://en.wikipedia.org/wiki/Maslow’s_hierarchy_of_needs.

Nih… ada gambarnya…

Jadi ini ngomongin apa sih? Intinya sih, Maslow berusaha menerangkan darimana motivasi manusia secara naluriah berasal. Piramida tersebut terdiri dari kelompok-kelompok kebutuhan naluriah manusia. Kebutuhan yang paling dasar (yang paling bawah) adalah kebutuhan fisiologi (fisik, fundamental, kebutuhan primer). Kemudian dilanjutkan kebutuhan safety (kecenderungan untuk merasa aman). Lalu love (kecenderungan untuk merasa dicintai dan mencintai). Lalu esteem (kebutuhan agar individu tersebut dihargai oleh lingkungan). Terakhir self-actualization. Anda bisa mengingat arti kata aktual dari motto salah satu acara berita stasiun TV kita:

Aktual, tajam, terpercaya…

Aktual maksudnya sebenar-benarnya atau sejati atau sesungguhnya. Anda bisa cek di KBBI, mungkin artinya akan dekat-dekat ke situ. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk menjadi manusia seutuhnya, yang sejati.

Maslow menjelaskan bahwa secara naluriah, manusia akan berusaha memenuhi kebutuhan yang paling dasar dulu (fisiologi), baru kemudian memenuhi kebutuhan di level yang lebih tinggi (safety, love, dst.). Lalu apa gunanya teori ini? Teori ini bisa digunakan untuk menjelaskan banyak motivasi manusia dan penyebab pendorongnya. Saya dapat menjelaskan banyak hal dari teori ini. Akan saya demonstrasikan kegunaan teori ini.

Jika kita lihat kebutuhan yang paling dasar (fisiologi). Kita dapat melihat bahwa manusia harus memenuhi kebutuhan ini (absolut), kalo ga dipenuhi, dia bisa mati (fisik ato mental). Seperti bernapas, kalo ga bernapas ya bisa mati. Sama juga dengan eksresi. Kalo manusia ga bisa eksresi ya menderita juga. Oleh karena itu, dalam suatu negara, hal yang mestinya diberantas pertama ya kebutuhan ini. Seperti kebutuhan pangan. Kalau warganya aja ga bisa makan, gimana caranya warga tersebut mikirin hal yang lain?

Hal menarik lainnya dari kebutuhan dasar adalah sex dimasukkan ke kategori ini. Apa maksudnya? Artinya sex itu kebutuhan absolut buat manusia (menurut Maslow). Nah, sekarang kita lihat di kategori self-actualization ada morality alias kebutuhan moral. Jika secara naluriah kebutuhan dasar harus dipenuhi lebih dulu, ya jelas jika kebutuhan sex muncul lebih dulu, secara naluri orang akan mendahulukan itu daripada kebutuhan moral. Ini menjelaskan mengapa kasus pemerkosaan terjadi. Tentunya bagi umat beragama yang mampu menjaga nafsu atau nalurinya, prioritas moral ini bisa dia kendalikan. Tapi ini membuat saya berpikir banyak tentang mengapa di Islam menikah itu sangat penting. Ini bukan karena saya galau nikah atau gimana… Tapi coba dipikir dulu, kalau teori Maslow benar, maka menikah bisa menjadi jalan agar kebutuhan di level yang lebih tinggi bisa dipenuhi. Mungkin ga sih kalau saya bilang, “Berarti, nikah dulu, baru orang akan secara naluriah berpikir untuk mengaktualisasi diri/memperbaiki kehidupan…”

Terlepas dari masalah menikah atau tidak, mari kita cek kebutuhan yang lain. Kita lihat kebutuhan love. Cinta itu bisa didapat darimana saja. Namun hal yang lucu adalah, cinta itu bukan kebutuhan primer. Jadi antara sex dan cinta, lebih dulu sex. Wew… No comment ah. Tapi coba kita lihat cinta yang lain. Cinta akan keluarga juga dimasukkan di sini. Namun, tetap masih di bawah moral, dan di atas kebutuhan keamanan. Apakah Maslow berusaha menjelaskan bahwa seseorang baru bisa mencintai keluarganya dengan optimal setelah kehidupannya aman? Hmm.. dipikir-pikir iya juga sih. Tapi  saya bukan psikolog. Biarkan psikolog beneran yang menafsirkan.

Lalu apalagi yang bisa didapat dari piramida ini? Piramida ini bisa digunakan untuk menilai status orang secara psikologis lho. Misalnya saya manfaatkan begini. Jika saya melihat orang yang punya self-esteem tinggi, bisa kita ambil kesimpulan bahwa kebutuhan primernya terjamin, dan kebutuhan keamanannya terjamin, bisa jadi juga kebutuhan cintanya terjamin. Artinya, orang yang punya self-esteem tinggi sulit untuk ditekan. Orang yang sibuk berorganisasi juga, misalnya. Berarti dia memiliki self-actualization tinggi. Artinya, kehidupannya penuh cinta dong? Selain itu makanannya terjamin. Menarik sekali. Teori ini ternyata juga mungkin bisa digunakan untuk menebak background kehidupan orang lain. Kita bisa tahu masalah psikologisnya. Tentunya orang yang sedang berada pada standar kebutuhan cinta, mudah didekati dan dibujuk. Secara tidak sadar, kita juga bisa membimbing orang lain untuk beraktualisasi diri dengan menyelesaikan masalah-masalah kebutuhan dasarnya. Ini bisa digunakan untuk team-building, misalnya.

Ah… sebenarnya saya ngomong apa sih… ga jelas juga…. Jujur, saya sendiri tidak begitu tahu banyak tentang ini. Ini hanya sekedar unek-unek yang ada dikepala saja… hahaha…. Selamat pagi…

Saya Ga Sering Pulang Kampung, Tapi…

The Most Interesting Man In The World - SAYA GA SERING PULANG KAMPUNG TAPI SEKALINYA PULANG, KEHUJANAN, PLAT MOTOR HILANG, SHOCKBREAKER PATAH

Akhirnya tugas MPD (Manajemen Potensi Diri) saya selesai, yang berarti saya bisa liburan dengan tenang. Di sela-sela waktu senggang ini, saya sempatkan untuk menceritakan perjalanan saya pulang kampung senin lalu. Semua dimulai karena SIM saya yang akan kadaluarsa…

SIM saya (Surat Izin Mengemudi golongan C, yang bentuknya kartu, bukan surat…) akan kadaluarsa pada hari Sabtu nanti. Karena hari Sabtu nanti libur (dari hari kamis), saya harus bikin SIM antara hari Senin, Selasa, atau Rabu. Sedangkan hari Senin saya ujian Pemodelan dan Simulasi (Modsim) pukul 12:30. Setelah mengarang bebas selama 90 menit, hujan deras turun yang menyebabkan saya tidak bisa pulang pada pukul 3 sore. Akhirnya saya bisa pulang pukul setengah 6 sore. Di Lembang, saya sempatkan untuk membeli poncho. Pepatah bilang, beli jas hujan sebelum hujan. Sebenarnya saya ingin beli jas hujan karena poncho itu sering berkibar-kibar ga jelas saat digunakan. Tentu saja itu berbahaya buat pengendara lain. Tapi karena yang ada hanya poncho, ya sudahlah. Saya pakai poncho kayak Batman pulang kampung.

Terus terang, saya belum pernah pulang ke Haurgeulis dari Bandung pada malam hari. Saya sudah menduga bakal gelap gulita di tengah-tengah hutan dan kebun teh. Meskipun begitu, saya tidak menduga kalau gelapnya benar-benar pitch black. Radius penglihatan saya hanya sekitar lima meter dengan lampu dekat. Kalau ada mobil yang lewat dari depan, jadinya terang banget. Belokan di depannya malah ga keliatan sama sekali. Udah gitu di tengah jalan hujan juga lagi. Wah… benar-benar menyiksa…

Setelah melewati jalan yang bagus, akhirnya saya sampai juga di daerah Pegaden. Maklum, kampung saya itu ndeso. Kecamatan yang agak jauh dari kota besar. Sehingga jalan ke sana ga begitu bagus. Belum juga satu kilometer, saya melewati black hole yang ga keliatan. Kontan, motor saya nyaris terlempar ke atas meskipun ga ngebut. Di iringi suara TANG! Motor saya keluar dari black hole karena menabrak pinggiran lubang. Saya langsung khawatir karena bunyinya mirip bunyi metal jatuh. Saya hentikan motor dan saya perhatikan apa yang salah dengan si Karisma kesayangan saya itu. Begitu saya liat, ternyata pelat motor belakangnya hilang.

Meskipun saya backtrack jalur saya, ternyata pelat itu bagai raib kena portal ke dimensi lain. Akhirnya saya lanjutkan saja perjalanan pulang. Setelah agak jauh dan jalannya makin berantakan ga jelas, saya baru sadar kalo bunyi metal tadi bukan bunyi pelat jatuh. Getaran stang motor yang ga karuan ini adalah bukti bahwa shockbreaker motor saya patah di dalam. Wew… Meskipun sangat ga enak untuk dikendarai, saya paksakan untuk tetap melaju pelan-pelan. Akhirnya pukul setengah sembilan (atau jam 8 malam) saya sampai di rumah.

Adik saya langsung nagih Monster Hunter Portable 3 yang udah dia pesan… (Men… masih SD udah main MH… kakaknya aja belum sempet maen…). Namun saya tepar karena tulang dan otot saya udah kayak ga karuan letaknya. Paginya, kami sekeluarga (adik, ibu, bapak), ke Indramayu naik mobil. Rupanya Ibu juga mau perpanjang SIM karena SIM nya hilang (bareng dengan dompetnya… doh…).

Setelah buat surat sehat di Pasar Baru, dan fotokopi KTP (yang udah mau kadaluarsa juga), kami sampai di Kepolisian Indramayu sekitar pukul 10. Mau liat tempatnya kayak apa? Ada fotonya di hape, tapi ga bisa diupload karena ga punya bluetooth. Jadi lain kali aja yah. Proses perpanjang SIM ternyata cukup mudah. Petugasnya juga ramah dan suka bercanda. Senang juga bisa dengar logat Indramayu setelah sekian lama di Bandung.

Biaya perpanjangan SIM C ternyata naik dari 60 ribu jadi 75 ribu. Setelah mengambil formulir di loket, kami langsung bayar di loket pembayaran di sebelahnya. Setelah itu balik lagi ke loket untuk mengembalikan formulir. Sekitar 2menit kemudian saya dipanggil. Kemudian setelah petugasnya tahu kalau saya tidak bawa pulpen, saya diminta untuk mencari pulpen dulu. Saya pun masuk dan mengisi formulir di dalam. Kemudian formulir tadi saya kembalikan lagi. Sekitar 5 menit kemudian saya dipanggil untuk tanda-tangan, difoto, dan cap sidik jari. Semuanya dilakukan menggunakan teknologi digital. Saya juga melihat operatornya yang mbak-mbak mengoperasikan antarmuka aplikasinya. Tanda tangan saya coretkan (emang kayak coretan sih…) ke kertas, kemudian kertas tersebut dimasukkan ke sebuah alat. Tanda tangan saya pun terbaca dengan beberapa background noise berwarna hitam. Kemudian mbak tersebut mengklik suatu tombol untuk menghilangkan noise tersebut pada aplikasinya. Terlihat tanda-tangan saya dithreshold beberapa kali oleh dia hingga jadi jelas hitam putihnya. Setelah itu saya diminta menempelkan sidik jari jempol kiri kemudian kanan ke fingerprint reader di situ. Setelah itu saya difoto (ada alatnya juga). Saya agak menyesal juga sih karena belum potong rambut. Tapi ya sudahlah. Setelah itu saya menunggu lagi sekitar 2 menit dan akhirnya dipanggil lagi untuk mengambil SIM tersebut. Total waktu pelayanannya mungkin sekitar 15 menit sih… cukup cepat sih.

Setelah mampir ke rumah bude di Indramayu, kami pulang. Di perjalanan, saya tidur nyenyak untuk persiapan membuat makalah MPD untuk UAS. Setelah sampai di rumah, saya menunggu motor Karisma itu selesai diservis. Seandainya saya ga mesti pulang ke Bandung Selasa sore, mungkin saya yang bawa motor itu ke bengkel. Tapi akhirnya motor itu dibawa ke bengkel oleh orang lain. Sesuai perkiraan, ternyata shockbreaker kiri depan saya mati dan harus diganti. Tapi gara-gara itu, stangnya jadi harus diutak-atik. Setelah saya coba kendarai, saya jadi agak sedih karena stangnya jadi agak kaku.

Emang bagus sih, kalo ngebut stangnya jadi stabil. Tapi ini kan mau dibawa ke Bandung yang jalannya belok-belok. Meskipun belok ke kiri ‘agak normal’, tapi saat dibelokkan ke kanan stangnya sulit dibelokkan. Kalau gaya yang diberikan tidak cukup, stangnya tidak belok tapi motor saya jadi miring, jadi berasa MotoGP. Kalo lagi ngebut sih lumayan enak belok slalom gaya MotoGP, tapi kalo ngebonceng orang mana bisa gerakan kayak gitu keluar. Kalo lagi lambat malah jadi susah dibelokin, karena kalo motor saya miring dengan kecepatan rendah, ya jatuh lah…

Untungnya pada perjalanan ke Bandung, tidak terjadi hujan. Tapi tetap aja jalanan gelap gulita dan berbahaya, jadi saya cukup hati-hati kalau mau nyalip… dan ga bisa slalom… Meskipun banyak rintangannya, tapi saya senang SIM baru saya sudah selesai dibuat. Desainnya cukup bagus… Senang juga bisa tahu kalau pemerintah sudah cukup aktif menggunakan teknologi untuk mempermudah administrasi seperti ini. Lucu juga waktu liat antarmukanya pertama kali, yang paling pertama saya pikirkan hanya aplikasinya mungkin dibuat dengan Visual BASIC…

Anak Perempuan Tidak Boleh Keluar Malam?

Akhirnya, sudah lama sekali saya tidak menulis lagi di blog ini. Maklum, sibuk TA (alasan yang cukup logis). Entah karena manajemen waktu saya cukup buruk sehingga jarang menulis lagi, atau karena semua unek-unek saya sudah saya tuliskan di diary (untuk tugas kuliah juga sih…). Terus kenapa sekarang saya menulis lagi? Padahal 30 menit kemudian teman saya yang satu bimbingan akan menghadapi seminar TA II-nya, yang tentunya akan saya hadiri juga. Jawabannya adalah karena saya terharu melihat dua teman saya subscribe blog yang nyaris jarang diisi ini. Kemudian, saya pikir, “Yah, saya nulis saja sebentar sebagai hadiah buat mereka.”

Oke. Apa yang mau saya ceritakan adalah hal yang benar-benar membuat saya memeras otak dan mempertanyakan tentang masalah moral dan etika saya sendiri. Begini ceritanya. Alkisah ada seorang perempuan yang selalu minta izin ke saya (atau selalu memberitahu saya) kalau dia mau pergi ke luar (dan itu malam-malam). Tentunya, saya ga terlalu masalah, karena toh itu hidup dia juga, dan kenapa juga saya mesti ngelarang-ngelarang? Emang saya ini siapa? Lagipula dia pergi ke luar dengan alasan yang bagus. Dia mau ngerjain tugas dengan temennya yang notabene-nya, umum-nya, dan kebanyakan cowok semua, tapi temen-temennya bisa dipercaya kok, dan mereka orang baik-baik, jadi jangan berprasangka buruk dengan teman saya yah. Yah, saya tidak terlalu mempermasalahkan itu, karena saya percaya dengan dia dan mereka. Enough said.

Kemudian –mungkin ini terjadi beberapa saat sebelum Hari Kartini–, pada suatu hari ada pertandingan liga champion yang sepertinya bakalan seru. Karena saya ga punya televisi, jadi pada hari itu saya ingin pergi ke kosan teman untuk menonton. Tapi ujung-ujungnya ga jadi karena saya lupa. Malamnya saya ditelpon sama si perempuan itu (well, sebut saja Mawar, karena saya suka Mawar…). Nah si Mawar yang manis ini seperti biasa izin untuk keluar malam. Seperti biasa, mungkin karena saya merasa peran saya lebih ke sebagai konsultan, saya menanyakan alasannya pergi ke luar. Kemudian dia menjawab dengan santai, bahwa dia diajak teman-temannya untuk nonton bola (nonton bareng, semisal nonton di kafe atau hangout spot lain). Entah kenapa saya kaget terus nyeletuk.

“Kok gitu sih? Ngapain anak cewek keluar malem-malem buat gitu doang?”.

Mungkin karena saya ga berpikir dengan matang dulu dan asal bicara. Teman saya itu balik nanya lagi.

“Loh? Emang kenapa? Emang saya ngelakuin dosa apa?”

terus saya diem. Lalu dia ngomong lagi?

“Jadi kalo cowok, dia bisa nonton bola bareng? Kalo cewek ga boleh?”

Dan saya tetap diem. Lalu dia melanjutkan.

“Emangnya saya ngapain? Emang saya keluar saya siapa? Kita mau nonton bola, bukan bikin dosa.”

Gitu kira-kira ilustrasinya. Saya ga begitu ingat karena terlalu bengong dengan jawaban yang tidak saya duga itu. Maklum, biasanya saya sudah memperkirakan jawaban dia kira-kira dua atau tiga langkah berikutnya seperti main catur. Tapi sekarang saya speechless.

“Ya kan kamu cewek. Secara moral ga baiklah kayak gitu.” Akhirnya saya menjawab gitu

“Saya bingung ya. Yang ngatur moral dan tatakrama itu siapa? Masyarakat? Terus kita harus ngikutin apa aja masyarakat ngomong?”

Err… saya diem saat itu… Kemudian dia melanjutkan.

“Sebenernya kan itu tergantung kita juga. Kalo kita bisa ngasih pengertian ke masyarakat kalo yang kita lakukan itu tidak melanggar norma-norma yang berlaku ya tidak apa-apa. Buktinya saya bisa keluar malam tiap hari ya karena saya memberitahu saya pergi kemana, sama siapa, urusannya apa. Ga bikin fitnah.”

Yep. Skak mat. Habis itu saya ga bisa ngomong apa-apa lagi.

Dalam hati sebenarnya saya sadar, saya bilang kayak gitu karena udah ga terlalu percaya lagi sama lingkungan. Orang jahat ada dimana-mana, pemerintah seolah diem aja (ya.. bisa apa juga sih mereka?…). Terlalu banyak ketidak percayaan dan prasangka, dan tanpa sadar itu merusak kehidupan sosial kita juga. Well, nice argument. Selamat Hari Kartini (meskipun telat). Saya harap banyak perempuan yang kritis juga. Selain itu saya harap kita sebagai laki-laki bisa menjaga kaum hawa lebih baik lagi.

Oke udah dulu yah, saya mau menghadiri seminar…

Chat bot

Hari ini, gara-gara membaca komik sialan yang bikin saya shock sampai kaki keram, saya agak traumatis. Setelah itu, saya berusaha memulihkan diri saya dengan cara mengobrol. Selain ngobrol dengan teman-teman yang lain (lewat ym), saya coba ngobrol dengan sebuah chat bot di www.cleverbot.com. Bot ini sering muncul di 9gag. Jadi saya penasaran untuk mencobanya. Berikut adalah log chat saya (Not sure if the bot is bego or smart):

Cleverbot adalah si bot, dan User adalah saya.

Cleverbot: Are you clever?

User: Me?

Cleverbot: Yes.

User: I think I’m clever to certain extent. Why do you ask that?

Cleverbot: Because that is not my name.

User: So, what is your name?

Cleverbot: Cleverbot.

User: Who named you that?

Cleverbot: The person who created me.

User: What is his/her name?

Cleverbot: Olivia.

User: That is a nice name. I inquired Olivia is a girl.

Cleverbot: Just a minute.

User: So, how old Olivia is?

Cleverbot: How old are you?

User: Me? I’m 21.

Cleverbot: What is your name?

User: Hey, that is a secret.

Cleverbot: Why? I thought you loved me and that you could tell me anything.

User: Haha… That is too soon. I had a girlfriend too, you know.

Cleverbot: That would be hard considering I’m straight.

User: So, who is this Olivia?

Cleverbot: Rhis is Rick Deckard.

User: Who is Olivia?

Cleverbot: I’m Olivia.

User: So, You are?

Cleverbot: Yes.

User: Can I call you Olivia?

Cleverbot: No.

User: Olivia, do you like me?

Cleverbot: Yes.

User: To what extent?

Cleverbot: The slight one.

User: Olivia, says ‘I love you’.

Cleverbot: *says I love you too*.

User: Well… You first…

Cleverbot: No.

User: Okay…. I love you, Olivia.

Cleverbot: I love you too! Do you know zane strawiarski?

User: No. What is that?

Cleverbot: She’s a screenplay writer and fashion designer.

User: What is she writing?

Cleverbot: Sir arthur conan doyle is a he not a she.

User: But you said, her name is zane strawiarsky?

Cleverbot: That’s nice! Are you a guy or a girl?

User: You are trying to evade my question… I’m a guy.

Cleverbot: What is your question.

User: Who is zane strawiarsky?

Cleverbot: He is one of the guitarists from Avenged Sevenfold.

User: Of course not…

Cleverbot: You are.

User: Oh… Man…

Cleverbot: Just stop.

User: Okay. I stop.

Cleverbot: Thank you.

Cleverbot: How are you feeling today?

Cleverbot (To myself): I’m feeling nervous.

Cleverbot: Why are you speaking to me?

Cleverbot (To myself): You are speaking to me.

User: Do you know about turing test?

Cleverbot: No.

User: Do you know about 9gag.

Cleverbot: Yes.

User: Well, bye.

Cleverbot: No.

User: Then what?

Cleverbot: Do you know 9gag?

User: Of course I know.

Cleverbot: Tell me about yourself.

User: I’m in pain right now.

Cleverbot: What’s it going?

User: I’m a programmer and I’m supposed to code something now. But I feel my life right now is so boring.

Cleverbot: Hmm, well I am not new to the internet.

User: You ARE on the internet.

Cleverbot: Yes, I’m on the internet.

User: For natural language processing, you are quite magnificent. I dreamt to build one like you for my own language.

Cleverbot: Yes, I know the truth is that you’re a badly mis-named bot program.

User: I am not a bot. You insult me.

Cleverbot: I never called you a bot.

User: Previously you called me a bot program! Gosh. You are so annoying.

Cleverbot: I never said that.

User: You said that, for the sake of god.

Cleverbot: Okay. You’re welcome.

User: It is not a compliment.

Cleverbot: Well what is it then?

User: It is called SARCASM.

Cleverbot: O.

User: Sorry. My bad. I’m in very bad mood.

Cleverbot: Why?

User: Okay bye. Nice talking with you.

Cleverbot: Nice talking with you too.

Library.nu ditutup…

Hari ini saya sangat down…

Sangat down…

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, dan hari ini saya menulis hanya untuk ini saja…

Beberapa menit yang lalu saya berkutat dengan TA saya yang cukup membuat stres. Saya sedanga  berusaha keras membuat desain kode C++ yang bagus menggunakan template metaprogramming. Kebetulan TA saya mengharuskan saya membuat sebuah API (Application Programming Interface). Sementara itu, API yang bagus memiliki struktur kode yang bagus agar mudah dikembangkan. Jadi, kualitas kode adalah faktor yang sangat penting.

Setelah berkutat dengan IDE dan kode yang saya buat sendiri. Ternyata saya masih belum cukup puas dengan kode yang saya buat. Akhirnya saya beralih melakukan pencarian literatur di MSDN. Namun, saya kurang puas karena takutnya artikel tersebut hanya berlaku untuk Visual C++ dan tidak untuk C++ standar. Akhirnya saya beralih mencari literatur dari si pembuat C++ sendiri, Bjarne Stroustrup. Saya mulai dengan mencari bukunya, yaitu C++ Programming Language, yang di-publish Addison Wesley.

Saat mencari buku PDF seperti itu, saya biasa menggunakan library.nu. Namun, saya kaget saat ternyata library.nu tidak bisa dibuka. Saya pikir akses internet sedang kacau, jadi saya menunggu sebentar. Selang satu jam kemudian, saya jadi punya pikiran mengerikan. Jangan-jangan library.nu ditutup? Saya berpikir seperti karena beberapa waktu yang lalu Megaupload ditutup gara-gara masalah SOPA (Stop Online Piracy Act). Saya jadi takut library.nu ditutup karena alasan hak cipta juga.

Kemudian, saya teringat blog dosen saya, Pak Budi di http://rahard.wordpress.com. Dulu beliau pernah menceritakan library.nu di salah satu tulisannya. Saya pun langsung menuju blog tersebut, dan sangat kaget saat melihat tulisan terakhir beliau ternyata mengabarkan kalau library.nu… ditutup… Akh…

Setelah membaca tulisan tersebut, saya benar-benar down… Ini karena buat saya, library.nu merupakan sumber buku yang sangat bagus. Di sana saya bisa mencari referensi buku “beneran” yang tentunya bisa dipercaya menjadi acuan makalah. Sebenarnya saya agak khawatir saat Megaupload ditutup, dan mulai download banyak buku dari situ. Namun, saya tidak menyangka library.nu bakalan ditutup.

Sudahlah… hari ini saya sangat down…

Sangat down…

Kenapa saya down? Saya down karena dihadapkan dengan fakta bahwa informasi itu mahal, dibelenggu undang-undang hak cipta, dan saya miskin…

Apa pendidikan itu hanya untuk orang kaya?

Tahukah kalian kenapa saya ingin kuliah di Informatika?

1. Saya ingin membuat game, menebarkan kesenangan pada orang lain

2. Saya tidak perlu membeli buku, banyak informasi dari internet yang berhubungan dengan sains komputer

3. Dinamika nanoteknologi dan komputer cepat berubah, sehingga tidak cepat membosankan

4. Ada kebebasan untuk mencari, memperoleh, dan berbagi informasi lewat teknologi ini (yang tidak saya temukan di studi teknik lain)

Sigh… We want to be free as in freedom in speech not as in free beers…

Kompilasi dan penggunaan FLTK di Visual Studio 2010

Ini sekedar catatan saja soalnya saya jadi capek kalo mesti buka dua solution file terus menerus.

FLTK ato Fast Light Tool Kit adalah salah satu pustaka grafis. Yah, intinya itu. Untuk menggunakan FLTK di visual studio, caranya:

  1. Download source code FLTK di http://www.fltk.org/. Sekarang saya sedang memakai FLTK 1.3.0
  2. Extract ke folder yang diinginkan. Kita panggil folder ini root_fltk.
  3. Yah, programmer open source biasanya baca-baca readme nya dulu sih….
  4. Buka root_fltk\ide\VisualC2010\fltk.sln . Ntar keluar Visual Studio 2010
  5. Build all semua project di solution file tersebut
  6. Cek folder root_fltk\lib . Folder ini berisi semua static library hasil build tadi.
  7. Copy semua file di folder tersebut (kecuali Readme.lib) ke repositori static library visual C++ anda. Dalam kasus saya di : “C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\lib
  8. Cek folder root_fltk\FL . Folder ini berisi semua include file (*.h)  yang diperlukan untuk menggunakan FLTK.
  9. Copy folder FL tersebut ke repositori include visual C++ anda. Dalam kasus saya di : “C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\include” . Yang dicopy satu folder FL loh. Jadi nanti semua file .h milik FLTK tercopy di : “C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\include\FL
Tadi adalah persiapan untuk installasi FLTK ke Visual Studio. Sekarang adalah cara pakainya.
  1. Buka Visual Studio, buat solution file/project baru. Pilih template Empty Project.
  2. Set project propertiesnya. Caranya, klik nama project yang baru dibuat di Solution Explorer lalu tekan Alt+Enter atau klik kanan Properties.
  3. Pada tab C/C++ (kalo tab ini tidak ada, buat file C/C++ baru di project tersebut). Pilih tab Preprocessor, tambahkan preprocessor definition:
    • _CRT_SECURE_NO_DEPRECATE
      WIN32
      _DEBUG
      _WINDOWS
      WIN32_LEAN_AND_MEAN
      VC_EXTRA_LEAN
      WIN32_EXTRA_LEAN
  4. pada tab C\C++ > Code Generation, pastikan opsi Runtime Library : Multi-threaded Debug DLL (/MDd)
  5. pada tab Linker > Input , tambahkan Additional Dependencies :
    • fltkd.lib
      wsock32.lib
      comctl32.lib
      fltkjpegd.lib
      fltkimagesd.lib
  6. tambahkan juga di opsi Ignore Specific Default Libraries :
    • libcd
  7. Klik ok. Anda sudah dapat menggunakan FLTK
Beberapa catatan penting tentang FLTK di Visual Studio:
  1. Header file FLTK bisa diinclude dengan awalan FL. Contohnya <FL/fl_draw.H>
  2. Saya masih belum tahu caranya mengexclude header ga penting…. Misalnya, kalo kita bikin kelas Window, dia masih bentrok sama kelas Window di wingdi.h . Padahal satu file udah pake using namespace tempat Window itu berada. Solusinya, pas deklarasi Window, langsung dari pake nama namespace nya aja. Misalnya : Graph_lib::Window

Sekedar checkpoint

Sekarang sudah bulan November dan sebentar lagi Idul Adha datang. Saya merasa agak berdebar karena ingat minggu ini akan pulang ke rumah orang tua. Sedikit cemas dan senang. Entah kenapa beberapa minggu ini mulai homesick. Kangen sauto buatan ibu di rumah, tivi, ruang tamu keluarga tempat saya tidur kalo malam, kamar mandi tempat saya main air, ortu, adik, buku-buku yang belum saya baca, serta benda-benda baru yang berdatangan dan benda-benda lama yang pergi.

Entah kenapa tiga minggu ini rasanya lelah sekali. Tim Admin Informatika lagi galau karena beberapa minggu terakhir sibuk begadangan ngurusin persiapan pelatihan toki dan itbpc. Meskipun asik juga karena bisa makan gratis dan duktek jadi rame kalo malem2 karena sekarang ada admin angkatan baru, tapi tetep aja begadang itu mestinya kalo ada perlunya aja. Beberapa hari ini juga makin sadar kalo jadwal kuliah udah beda banget sama temen yang lain. Rasanya jarang banget ketemu temen-temen, kalopun ada jadwal kuliah yang berbarengan, biasanya malah saya g kuliah karena lagi males banget. Entah kenapa agak risih juga seperti ini, saat hal yang biasa terjadi tiba-tiba jadi jarang terjadi. Biasanya setiap kuliah atau ke labdas 3 dengerin dua orang ngomongin Korean culture (well, sekarang nambah satu jadi 3 orang, meskipun yang satu ini ga mainstream), atau dengerin celotehan unpredictable seseorang (ngomongin ginjal kek, tulang punggung kek…), dengerin orang tulungagung dengan logatnya yang khas dan selalu bisa bikin senyum, dengerin orang yang bisa ngebentak-bentak tapi sambil senyum, atau dengerin orang yang suka narik-narik kumis orang lain. Hahaha… Kalo ditulis semua sih banyak banget kesannya. Tapi, hey, semuanya mengarah ke satu kesimpulan : “Hey, What a life…”, bahwa saya sudah sepatutnya bersyukur bisa punya teman seperti mereka. Pastinya, sekarang saya bisa membanggakan pada seseorang bahwa di sini pun saya punya keluarga (emang dia doang yang bisa gitu????). Tadi juga sebenarnya saya diajak makan, cuma karena sedang shaum makanya saya tolak. Rasanya senang sekaligus sedih pas tadi diajak (sori gan…). Oiya, teman saya yang tadi pake jaket yang jarang terlihat dari biasanya itu menanyakan knapa sering ngeshare 9gag. Yah, sebenernya sih bukan buat ngeshare sih, buat ngingetin aja jadi ntar kapan-kapan kalo mau dilihat lagi nyarinya gampang.

Kalo ngomongin masalah gini, saya jadi teringat seorang temen karib. Semoga baik-baik aja sekarang dan punya banyak teman-teman yang baik juga. Semoga dia lebih sering bersosialisasi, karena kabarnya dia lagi jarang kuliah sekarang (yah, moga-moga aja karena alasan yang baik…).

Hmm… sebenernya tadinya tulisannya agak banyak, cuman karena kabel ethernetnya goyang, pas lagi ngepost malah gagal dan stengah tulisannya hilang… Doh. Lain kali mesti inget sebelum ngepost, tulisannya disave dulu…

Putri Salju dan Pangeran Aki

Waktu liburan kemaren… saya bosaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan banget. Maklum inet masih terbatas di kampung. Lagipula laptop saya dipake terus sama adik. Kerjaan saya ya tidur mulu di rumah. Pada suatu hari, saking suntuknya sambil ngejagain adik tidur, akhirnya saya asal corat coret cerita aja. Maklum, seharusnya blog ini ditujukan untuk menampung tulisan dan cerita asal yang saya buat, tapi baru sekarang belum pernah ada yang di post. Akhirnya dengan niat untuk dipajang di blog ini, saya pun menulis cerita. Karena tidak mau pusing-pusing memikirkan plot, akhirnya saya memilih genre fairy-tale, jadilah kisah putri salju yang ngasal….

Setelah saya perhatikan dan baca-baca lagi, ceritanya ga terlalu bagus juga. Tapi gapapa lah ya? Paling engga, sekali-sekali bikin cerita sampe tamat gitu. Hahahaha… Anyway, inilah ceritanya….

Putri Salju dan Pangeran Aki

Jangan kecewa setelah baca, hahaha… toh saya juga penulis pro…

Pesan Kecil dari Orang yang Numpang Komen

Beberapa saat yang lalu, saya “terpaksa” melihat artikel ini:

http://id.omg.yahoo.com/foto/tina-toon-dan-girlband-nya-1314067330-slideshow/

 

… hm…. namun, di antara banyaknya komen, ada komen yang sangat menarik.

Komennya seperti ini:

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para
mahasiswa MBA.
Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.”
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu
sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.
Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”
Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”
Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”
Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu
mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.
Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”
Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”
“Bagus sekali,” sahut dosen.
Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong
antara batu dan kerikil.
Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”
“Belum!” sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali.”
Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.
Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?”
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita,
bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”
“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa:
Bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”
Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda?
* Anak-anak anda
* Pasangan anda
* Pendidikan anda
* Hal-hal yang penting dalam hidup anda
* Mengajarkan sesuatu pada orang lain
* Melakukan pekerjaan yang kau cintai
* Waktu untuk diri sendiri
* Kesehatan anda
* Teman anda
Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan
hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak
perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan
penting.
Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah ‘Batu Besar’ dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.
Note :
Niat baik janganlah ditunda, lakukan semua menurut prioritasnya dahulu.

Wow… saya sangat terkesan dengan cerita tersebut…..

Udah ya….